69. SEPERTI PERTAMA KALI (ENDING)

3.3K 278 649
                                        

Kali ini bukan prank lagi ya. Kaget gak baca judul partnya?

Kasih aku satu emoji yang menggambarkan suasana hati kalian saat tau ini akhir kisah JENAROIFE!😭

Apapun endingnya nanti, sad or happy, aku harap kalian suka dan tetap support aku terus di cerita-ceritaku selanjutnya😊

Spam komen hayuu, penuhi setiap paragraf, gas nguengg

➖➖➖

69. SEPERTI PERTAMA KALI

Kasihan?

Satu kata itu yang mampu menjatuhkan Jenaro sampai kerak terdalam bumi.

Siapapun kalian, dimanapun kalian, tolong cepat teriak di telinganya, tolong jambak rambutnya, tolong pukul kepalanya, tolong tampar kedua pipinya dan tolong katakan padanya kalau ini semua bagian dari mimpi buruknya.

Sadar, tapi mencoba untuk tidak sadar saat waktu terus bergulir bahkan belum sampai 24 jam.

Sialannya, kenyataan kembali menampar hebat dirinya. Malam yang seharusnya berakhir dengan manis menjadi pahit di detik yang sama.

Apa karmanya sebercanda ini?

Apa permintaan maafnya hanya dianggap sapuan angin?

Apa cowok paling jahat dan brengsek sepertinya tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua?

Apa cintanya yang telat dia sadari ini terlihat main-main di mata Oife?

Mereka bilang ini belum seberapa. Mereka bilang apa yang dilakukan Oife sudah setimpal dengan apa yang dia lakukan pada cewek itu. Jenaro mengakui. Jenaro sangat tahu letak kesalahannya di mana. Sebesar apa luka yang dia goreskan di hati Oife.

Tapi, tidak bisakah dia cukup menolak, bukan malah balik menyakitinya?

Setiap yang mencinta pasti paham bagaimana sakitnya jadi Jenaro di malam itu. Tidak cuma Oife, Jenaro juga masih punya hati. Jenaro juga merasakan jantungnya berdetak hebat, hatinya berdesir kuat, dadanya bergejolak tak karu-karuan.

Mentalnya terlalu baja sampai ketika rasa sakit yang datang menyambutnya membuat segala yang dia rasa hilang dalam jentikkan jari. Akalnya hilang, semangatnya hilang, kekuatannya hilang, justru kelemahannya yang kini seolah berlomba-lomba memperkenalkan diri bahwa seorang Jenaro bisa setidakwaras ini.

Mabuk-mabukkan di markas berpenghuni, meluluhlantahkan apapun yang bisa dia gapai dengan sebelah tangannya. Lalu selepas menghancurkan barang-barang menjadi dua bagian, cowok tanpa atasan itu duduk di ruang makan, menenggelamkan kepalanya di atas meja kaca yang sudah dia retakkan. Mungkin sebentar lagi akan ambruk. Jenaro benar-benar tidak peduli.

"Gue mau Oife," gumamnya lirih.

"Gue mau Oife."

"Gue mau Oife."

"Gue mau Oife," rancau Jenaro semakin menjadi-jadi. Tak berselang lama, isakannya terdengar memilukan. Lebih pilu daripada suara tangisan perempuan yang ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.

"Sadar, goblok!" Saguna orang pertama yang berani mendekat untuk mengguncang kasar bahu Jenaro setelah aksi kapal diterjang ombak yang mengakibatkan kakinya terluka akibat terkena serpihan kaca. Saguna tidak masalah darahnya merembes mewarnai lantai. Kekurangan darah pun tidak akan membuatnya meninggalkan Jenaro dalam kondisi sangat kacau.

JENARO Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang