Chapt 9: Kalah

30 9 1
                                    

"Aku menyebutnya menang yang tertunda."

Hari yang dinanti-nanti telah tiba. Hari di mana semua mengirimkan doa untuk kemenangan sekolahnya. Kata-kata yang terucap tak luput dari harapan hari baik untuk SMA Petapa. Si kapten yang menjajikan sebuah kemenangan untuk timnya, didukung penuh oleh yang lain.
Pertandingan dimulai pada pukul 15.30. SMA Petapa dan supporternya sangat antusias dan bersemangat dalam kompetisi kali ini. Tim cheerleaders dengan kecantikan luar biasanya turut menghiasi area pertandingan. Allan, Davin, Aga, Rezka, Hiro, dan Arfa menjadi satu tim yang penuh keganasan. Sebelumnya, SMA Petapa hanya dikalahkan saat terjadi salah paham pada Kafka. Hari ini, kebangkitan pasti mereka dapatkan kembali.

SMA Petapa membagi timnya menjadi dua, yaitu Petapa A dan Petapa B. Petapa A adalah tim yang dipimpin Allan, sedangkan Petapa B dipimpin oleh Kafka. Namun hari ini adalah waktunya Allan membalas kekalahan dari Ero. Allan benar-benar sudah tak tahan dengan semua perlakuan Ero pada dirinya dan sahabatnya. Begitupun Kafka yang masih menyisakan luka tonjokan tepat di tepi bibir bagian kanan. Syerin, Jena, Ryza, Hilya, Rezka, dan Friska tak ketinggalan memeriahkan tempat penonton yang disediakan untuk SMA Petapa. Riella menggunakan kaos bertuliskan inisial 'RR' selalu paling heboh diantara yang lain. Kali ini Jena lebih baik, senyum manis selalu terukir saat setelah Hiro mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang. Seperti sebelumnya, Hilya dan Ryza yang sudah biasa dengan perlakuan manis dari Aga dan Davin selalu ceria dibuatnya. Friska pun begitu, ia tampak lebih bahagia setelah kejadian malam itu. Berbeda dengan Syerin yang masih kebingungan mau meneriaki Allan atau Ero. Tapi untungnya Syerin tak ingin mengecewakan sekolahnya, tampak keyakinan dalam diri Syerin pada Allan. Tiga puluh menit lagi pertandingan di mulai, penonton dan supporter mulai berdatangan. Syerin dan kelima sahabatnya menempati tempat paling bawah agar lebih cepat berlari jika nantinya SMA Petapa memenangkan pertandingan ini, sekaligus lebih mudah memeluk pasangan mereka masing-masing.

"Okeee..masih semangat semuaaa??" teriak mc saat sebelum pertandingan dimulai.

"Pastinya semangat donggg..Karna sebentar lagi kita akan menyaksikan dua SMA terbaik dalam Perfect Basketball Competitionnn.." teriak mc yang satu lagi.

Perfect Basketball Competition atau PBC adalah event rutin yang dilakukan setiap tahun untuk menyaring bakat dan minat siswa SMA dalam bidang olahraga cabang bola basket. Potensi itu dimiliki Allan dan kelima sahabatnya serta Kafka sebagai bromance mereka sekarang. Tak hanya untuk menunjukkan bakat, peserta PBC biasanya mencari teman dan sahabat beda sekolah dalam event ini. Lain halnya dengan Ero dan Elang yang malah menjadikan acara tersebut untuk mencari saingan. Pertandingan segera dimulai, pemain di setiap tim menempatkan diri. Rezka memberikan ciuman dua jari untuk Riella yang membuatnya semakin heboh. Syerin yang sedari tadi selalu memperhatikan Allan akhirnya mendapat senyum manis darinya. Syerin merasakan ketulusan hati Allan dalam bersahabat dengannya. Ia benar-benar tak menyangka bisa mempunyai sahabat lawan jenis yang selalu membuatnya tersenyum. Lapangan basket mulai dipenuhi teriakan-teriakan dari supporter di kedua sekolah yang sebentar lagi menunjukkan kehebatannya untuk mencapai kemenangan.

"Rezkaaa..Rezkaaaa semangattt.." lagi-lagi teriakan Riella memekakkan telinga.

Siswi lain tak henti-hentinya meneriaki nama Allan, "Allan, Allan, Allan, Allan.."

Wasit telah melambungkan bola ke atas untuk memulai pertandingan. Allan menangkapnya dengan sigap dan langsung melemparkannya pada Davin yang sudah bersiap siaga di belakang Elang. Pertandingan berlangsung dengan baik selama beberapa menit pertama, sampai pada akhirnya..

"Baguusss!" 2 poin untuk SMA Petapa.

"Hirooo.." Hirolah yang mencetak poin pertama untuk mereka.

ATESIA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang