Chapt 16: Kurang Fokus 2 (13+)

34 7 0
                                        

"Aku harap, menjadi sosok pelindungmu adalah tugas abadiku."

"Lo ga usah ikut campur ya bocah!" saat semua orang tau bahwa Syerin adik sepupu Kafka, hanya satu siswi itu yang tak tau informasi.

"Ssttt..yang sopan lo," pinta salah satu temannya yang sudah mengetahui.

"Lo kenapa jadi belain ni bocah?"

"Ya lu diem dulu," perintahnya.

"Lo siapa berani ngehalangin gue? Asal lo tau kalo gue.."

"Gue adiknya Kafka!" ucap Syerin dengan cepat. 

"A-adiknya? Eh lo kenapa ga bilang sama gue.."

"Ya mulut lu ga bisa diem," perdebatan pembawa malu itu terhenti saat Kafka menghampiri mereka.

"Lo di sini mau bantu-bantu apa ribut?"

"Ya bantu-bantulah.." ucap siswi itu dengan rasa malu yang sudah menggerogoti sekujur tubuhnya.

"Ya udah lo pergi sana," usir Kafka diikuti para siswi itu yang pergi meninggalkannya.

"Pahlawan banget lo," ejek Syerin.

Kafka tersenyum tipis, "Lo kesini sama siapa?"

"Tu," Syerin menunjuk dengan kepalanya.

"Pacaran lo berdua?"

"Engga," Allan masuk dari pintu utama.

"Bro," sapa Allan dengan salam ala laki-laki.

"Lo jemput Syerin udah diijinan sama Mama Celine?"

"Ya udahlah, Om Ade juga," Allan tersenyum lebar.

"Emangnya lo berdua diundang?"

"Lupa lo kalo gue pinter?" Allan menyombongkan dirinya dengan maksud bercanda.

"Gue percaya kalo lo pinter, lah Syerin?"

"Lo apaan sih!" pertengkaran kecil antara kakak dan adik tak bisa terhindarkan.

"Canda Syerok.." entah janjian atau kebetulan, Syerok sempat menjadi panggilan sementara untuk Syerin.

"Eh lo kesini sendiri? Ga bawa tante-tante?"

"Gila lo, Syer, Uvi lo samain kaya tante-tante."

"Oh sama Uvi.." kata Syerin dan Allan sambil bermain mata.

"I-iya, Syer," jawab Uvi gugup.

"Lo diapain sama Kafka di mobil?"

"Lo ga usah ngotorin pikiran deh, Syer," perintah Kafka.

"Hati-hati loh, Kafka suka ganas," goda Syerin.

"Bacot lu, Syer!"

"Maaf kakak yang paling ganteng saking gantengnya jadi jelek banget," ejek Syerin tanpa terputus satu kata pun.

"Ya udah, gue kesana dulu," Kafka pamit untuk bergabung bersama teman seangkatannya.

"Terus kita mau ngapain disini?" tanya Allan.

"Gue juga bingung, guru juga ga jelas semua," Syerin kesal karena disuruh tanpa alasan.

"Syerinnn..ikut aku yuk,"

"Lo jangan pegang-pegang ya!" seketika kemarahan Allan muncul saat ada kakak kelasnya yang sengaja menggoda Syerin.

"Santai dong, bro, gue cuma mau main-main aja sama cewe lo," kelakuan kakak kelasnya semakin menjadi-jadi.

ATESIA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang