Chapt 18: Benar-Benar Hilang

33 7 1
                                    

"Kau mengatakan ada di sudut bumi, namun aku sadar bahwa bumi tak bersudut."

"Ga krasa ya, Jen udah semester dua, kaya lagi kapan gue kenalan sama elo."

"Gue juga ngrasa 6 bulan ini cepet banget, Syer."

"Iya, sampe gue lupa rasanya sakit hati. Gue bahagia banget bisa jadi sahabat lo, bisa punya sahabat yang super baik kaya kalian," Syerin sedikit haru dibuatnya.

"Gue ga bakal bisa sih kehilangan lo semua," Jena memeluk Syerin.

"Gue juga, terutama Allan," Syerin melepas pelukannya.

"Lo udah deket banget sama dia?"

"Dia udah ngungkapin perasaannya."

"Terus lo apain?"

"Gue belum bisa jawab apa-apa, tapi waktu itu masih gue tolak."

"Hebat sih lo," Jena bertepuk tangan untuk Syerin.

"Kenapa?"

"Siapa coba yang bisa nolak Allan selain elo?"

"Gue sendiri bingung sama perasaan yang gue rasain sekarang. Lama-lama, gue mulai kepikiran soal Allan."

"Kenapa lo ga bahas soal itu aja kalo sama Allan?"

"Gue ga mau Allan kecewa."

"Kenapa harus kecewa?"

"Gue takut kalo perasaan ini cuma sementara," Syerin menoleh ke arah Jena dengan sorot mata yang redup.

                                       ***

"Ah lo yang bener, Ryz?"

"Tadi malem lo sama Syerin ikut persiapan perpisahan kan?"

"Kok lo tau?"

"Ero ngikutin kalian," beberapa dari mereka mengerutkan dahi.

"Ya, Ero emang ga mungkin pergi jauh dari sini," Allan semakin yakin.

"Terus lo kok bisa tau dia sekarang dimana?"

"Gue ngikutin dia, Ga."

"Sendiri?!"

"Iya, gue sendiri."

"Aduh kok lo nekat sih, Ryz?"

"Demi Davin, Ga!"

"Gue tau, tapi kalo lo kenapa-napa Davin makin sakit. Lo ngertiinlah, Ryz."

"Gue ngerti kok, gue juga tau apa yang harus gue lakuin. Buktinya gue kan yang dapet informasi duluan, bukan kalian."

"Kita minta maaf, Ryz, tapi sebelumnya kita fokus sama kesembuhannya Davin dulu," jelas Allan.

"Gue paham, gue makasih banget sama kalian."

"Terus kemarin lo ngikutin Ero sampe mana?"

"Di deket rumahnya Syerin."

"Bisa-bisanya gue kecolongan," Kafka cemas jika Ero dan Elang berniat lain.

"Pulang sekolah gaslahh.." ajak Aga.

"Gue setuju sih, keburu kabur dia," dukung Hiro.

"Udah lo pastiin dia ga ngliat lo?"

ATESIA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang