"Malam itu, aku berhasil menorehkan satu sikap pahlawan dalam benakmu."
"Pa..Baron Clovis.."
"Baron? Kenapa kamu nyebut dia lagi?"
"Putrinya deket sama Allan."
"Syerin?" tanya Roby diikuti anggukan dari Daniya.
"Papa udah tau."
"Papa tau darimana?"
"Dari sini," Roby menunjukkan sebuah foto.
"Baron sama Syerin kecil? Tapi kenapa papa yakin kalo itu Syerin?"
"Papa ga pernah salah," lagi-lagi Roby menunjukkan tulisan yang ada di belakang foto itu.
"Terus kita harus gimana, pa?"
"Belum waktunya Allan sama Syerin tau semuanya."
***
"Apiiinnn..gila hidup lagi lu ye.." sambut Rezka yang langsung masuk ke ruangan Davin disusul yang lain.
"Brisik lu, Rez," kata Davin yang terganggu oleh suara Rezka.
"Dav, kamu udah baikan?"
"Udah, Ryz," senyuman terukir di wajah Davin yang masih dipenuhi dengan beberapa goresan luka.
"Giliran Ryza aja lembut bet lu," protes Aga.
"Jijay gue kalo lemah lembut sama elu."
"Gimana keadaan lu, Vin?"
"Ya gini, Lan. Mau ngasih gue hadiah lu?"
"Tuh Ryzzz..lo ga dianggep hadiah kan sama Davin," Aga memprovokatori.
"Ga gitu, sayang."
"Ga Rezka, ga Davin bucin aja kerjaannya," kata Arfa yang bersandar pada dinding dekat pintu masuk.
"Loh, Fris, lo ga mesra-mesraan sama Arfa?"
"Gue copot infus lo ya, Vin ya!" Friska sedikit salah tingkah dibuatnya.
"Syeriiinnn.." goda Davin diikuti lirikan dari Allan dan Ryza.
"Dav.."
"Bercanda sayang, bercanda, Lan aduh ampun udah bonyok gini gue."
"Bercanda lu cari mati lagi," kata Aga.
"Alah gue mati juga nangis kan lo?"
"Gue nangis karna takut dosa lu kebanyakan."
"Terus Elang udah lo apain?"
Mereka semua saling main mata, "Belum kita apa-apain."
"Iya, belum kita apa-apain. Masih kita biarin hidup," Aga mendukung perkataan Hiro.
"Lo pada tau dimana Elang sekarang?" mereka diam sejenak.
"Ya itu masalahnya, kita gatau tu curut dimana," ucap Rezka mengagetkan.
"Gue bingung, Vano juga ga masuk sekolah lagi," pernyataan Aga seolah memusnahkan semua harapan untuk menemukan Elang.
"Kenapa, Vano?"
"Ya lo tau sendiri kan, Vin kalo Vano deket sama mereka berdua," jelas Aga.
"Ya udahlah, gue gamau kalo habis ini lo semua yang kena," Davin mencoba menerima atas kejadian yang ia alami saat ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
ATESIA (END)
Teen FictionIni tentang insan yang terjebak dalam kesepian abadi. Atesia Syerin, dua nama paling depan dari dua nama tersisa. Memulai hidup dengan kehilangan cinta pertamanya. Kehadiran orang baru terus menutup kisah masa lalu. Sayangnya itu semua hanya sement...