Happy Wedding!

3.6K 347 19
                                    

"Apa sudah siap?" Tuan Son menatap putrinya yang tengah menata rambutnya dibantu oleh Soobin.

"Masih belum, Tuan. Sebentar lagi akan selesai." Jawab Soobin dengan sopan.

"Appa tunggu saja di mobil." Tanpa menoleh Eunseo memberi saran kepada sang ayah.

Tuan Son pun mengangguk lalu kemudian pergi meninggalkan kamar hotel yang ditempati Eunseo. Melalui cermin Eunseo melihat ayahnya pergi. Kemudian ia bertanya kepada Soobin apa yang harus ia lakukan saat di altar pernikahan.

"Tentu saja mengucapkan janji suci. Memangnya apa lagi? Apa kau tidak pernah melihat acara pernikahan sebelumnya?" Ujar Soobin sambil membenahi dasi Eunseo.

Eunseo menggelengkan kepalanya. Ia memang tidak pernah menghadiri acara pernikahan sehingga ia tidak tahu. Oleh karena itu ia bertanya kepada Soobin.

"Sungguh? Kau tidak pernah melihat acara pernikahan meskipun dalam drama atau film?" Soobin mendongak melihat Eunseo. "Heh! Menunduklah sedikit! Kau terlalu tinggi jika berdiri."

Eunseo pun melebarkan kakinya agar dirinya menjadi lebih rendah. Eunseo tidak ingin menundukkan kepala pada sembarang orang. "Aku tidak terlalu suka menonton drama."

"Ck, kau memang tidak mengerti atau terlalu polos? Kenapa tidak Kemarin - kemarin kau mencari tahu terlebih dahulu? Sudahlah, jika kau masih ingin tahu lihat saja video acara pernikahan." Soobin menyelesaikan pekerjaannya lalu menyuruh Eunseo untuk menonton video yang ia rekomendasikan.

Setelah itu Soobin pamit pergi lebih dahulu, sehingga tinggal Eunseo sendirian di dalam kamar. Soobin katanya ada janji dengan seseorang untuk berangkat bersama.

Eunseo sekali lagi melihat penampilannya di dalam cermin. Ia cukup kagum dengan wajah tampannya, namun ada rasa gundah dalam hatinya. Eunseo tidak menyangka dirinya akan menikah walaupun bukan gaun yang ia kenakan di hari pernikahannya.

Bisakah Eunseo menyebut hari ini adalah hari pernikahannya sedangkan di sini ia berdiri sebagai Juyeon bukan Eunseo?

Eunseo memutuskan keluar dari kamar dan pergi menuju lobi hotel untuk bersiap berangkat ke lokasi pernikahan. Sesampainya di lobi ternyata Ayah bersama ibunya sudah berangkat lebih dulu. Jadilah Eunseo pergi sendiri bersama sopir yang disediakan.

Eunseo teringat saran Soobin, ia pun membuka ponselnya dan mencari link video yang Soobin kirimkan. Saat akan memutar video yang ia buka, ponselnya menunjukkan sebuah panggilan dari sahabat tersayangnya. Eunseo tentu langsung mengangkatnya.

"Yeoreumie, kau kemana saja? Aku merindukan." Eunseo langsung mengeluarkan nada manjanya dengan pelan.

"... "

"Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?"

"..."

"Kau sedang mengejekku?"

"..."

"Sudah ku bilang aku akan baik-baik saja menikah dengannya. Cepatlah pulang! Aku merindukanmu dan jangan lupa oleh-oleh untukku!"

Sedangkan di tempat yang jauh dari Korea, Yeoreum menatap seseorang yang sangat mirip dengan Eunseo tengah bersama seorang wanita. Yeoreum tidak bisa melihat wajah wanita itu karena dia membelakanginya. Yeoreum juga tidak terlalu yakin jika pria itu adalah Juyeon karena orang itu memakai kacamata dan berjenggot. Sedangkan yang Yeoreum ketahui, Juyeon tidak suka memelihara kumis ataupun jenggot.

"Aku akan menelponmu lagi nanti. Selamat atas pernikahanmu, bye!" Yeoreum langsung mematikan ponselnya dan beranjak pergi dari tempatnya karena mendengar panggilan ibunya.

Sedangkan Eunseo menatap ponselnya dengan kesal setelah Yeoreum mematikan panggilannya secara sepihak. Tampilan ponselnya kembali menunjukkan video yang hendak ia tonton tadi, ia pun memutar video tersebut. Sebelumnya Eunseo sudah memasang earphone di telinganya agar sopirnya tidak mendengar apa yang ia lihat.

I'm SorryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang