Ketahuan

3.3K 315 37
                                    

"Apa sudah lebih baik?" Seorang wanita mungil bertanya dengan khawatir sambil memegang kompres di pipi seorang pemuda.

"Ya, sudah lebih baik. Biar saya saja yang memegang kompresnya." Jawab pemuda itu.

"Syukurlah, maaf soal tamparannya. Seharusnya aku tidak berburuk sangka padamu."

"Tidak masalah, tindakan saya memang pantas untuk dicurigai. Lagi pula anda juga sudah mengobati wajah saya." Sambil memegang kompres di pipinya, pria itu tersenyum ramah agar wanita di sampingnya tidak merasa bersalah.

Wanita itu mengangguk pelan lalu berkata, "Juyeon akan mengambilnya kemari, tunggulah sebentar."

"Terima kasih, Nona."

"Luda." Wanita mungil itu menyodorkan tangannya. "Nama ku Lee Luda."

Pria tinggi itu menatap tangan halus Luda lalu kembali menatap Luda dan kemudian membalas uluran tangan Luda. "Dawon, Nam Dawon."

Mereka saling tersenyum satu sama lain menunjukkan sebuah keramah-tamahan. Kemudian Luda melepas jabatan tangan mereka dan mengambil alih kembali kompres yang digunakan Dawon.

"Biar aku saja. Senang bertemu denganmu, Dawon-ssi."

Dawon membiarkan Luda merebut kompresnya kemudian membalas ucapan Luda. "Senang bertemu dengan anda juga, Nona Lee."

"Kau bisa memanggilku Luda."

"Baiklah, Luda-ssi. Ngomong-ngomong, bagaimana anda bisa tinggal di sini?"

....

Di dalam sebuah mobil, Bona dan Dayoung tengah membuntuti mobil Eunseo. Bona masih belum bisa percaya sepenuhnya kepada suaminya itu sejak aroma parfum lain tercium di penciumannya.

"Unnie, apa kau yakin Juyeon Oppa..."

"Teruslah menyetir, jangan sampai kita kehilangan jejaknya." Bona menjawab tanpa memalingkan pandangannya dari mobil Juyeon. Ia mengerti maksud ucapan Dayoung yang menggantung.

"Tapi ini memang arah menuju apartemen Juyeon Oppa. Dia tidak berbohong, Unnie."

"Tetap ikuti dia."

"Juyeon Oppa tidak terlihat seperti pria hidung belang, untuk apa kita melakukan ini?"

"Diamlah dan terus menyetir."

"Tapi Unnie, dia-"

"Akan ku berikan 500.000 won jika kau bisa diam."

Dayoung langsung diam tak bersuara. Uang memang selalu membungkam dan memuluskan semua jalan.

Bona tidak bisa tenang sebelum ia melihat sendiri suaminya tidak berbohong. Walaupun cerita yang disampaikan Eunseo cukup masuk akal, tetap saja hati wanita siapa yang tahu isinya?

Mobil yang dikendarai Eunseo memang menuju apartemen Juyeon. Bona dan Dayoung mengikuti dengan jarak yang tidak mencurigakan. Untungnya mereka menggunakan mobil teman Dayoung sehingga Eunseo tidak akan mengenali mereka.

Sebelum sampai Eunseo membeli makanan untuk Luda di dekat kawasan apartemen Juyeon sebab hari sudah menuju waktu makan malam. Eunseo yakin Luda belum menyiapkan makan malam karena semenjak hamil Luda menjadi malas memasak dan selama ini yang menyiapkan makan adalah Soobin. Dan sekarang Soobin sedang pulang ke rumahnya.

"Untuk apa Juyeon membeli makanan? Padahal aku sudah mengatakan untuk makan malam bersama."

"Mungkin dia membeli untuk makan malam kalian di rumah." Dayoung memberikan pendapat positifnya.

"Mungkin."

Tak lama Eunseo keluar sambil membawa kantong berisi makanan dan berjalan menuju mobilnya.

I'm SorryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang