05. PULANG BARENG

4.7K 442 1
                                        

Sena menunggu bus yang menuju kejalan rumahnya, ia tidak jadi menginap karna Netha tiba-tiba akan ada acara keluarga mendadak. Tak apa, toh badan Sena juga sedikit lemas. Bahkan bibirnya sedikit pucat.

Tiga puluh menit ia sudah menunggu di halte bus ini sendirian, namun sial Sena belum mendapatkan bus yang melewat. Padahal dirinya ingin segara tidur karna badan yang sangat lemas.

Aska tak bisa menjemput karna ia sedang ada meeting, sedangkan supir yang Aska kerjakan dirumah sedang mengambil cuti. Kalo seperti ini Sena menyesal tak membawa mobilnya sendiri, ia juga menyesal menolak ajakan Jihan untuk pulang bersama.

Ia menyenderkan tubuhnya ke tiang yang berada dipinggirnya sekarang, memejamkan matanya agar rasa pusing itu berhenti. Semenjak istirahat tadi, Sena belum memakan atau meminum apa-apa lagi. Mulutnya terasa hambar, dan selalu ingin muntah.

Apakah perempuan itu menyimpan racun ditubuhnya? Sehingga membuat Sena lemas semenjak adegan tadi.

Sena membuka matanya ketika mendengar suara motor dihadapannya, ia memicingkan matanya yang sedikit buram. Melihat siapa orang itu, membuat Sena ingin mencakar wajar itu sekarang juga.

"Belum pulang?" Satu pertanyaan bodoh menurut Sena, jika ia sudah pulang tidak mungkin ia berada disini. Sena hanya menjawab dengan gelengan, selebihnya ia memfokuskan diri untuk mencari bus yang akan melewat.

"Ayo gue anterin."

Sena menatap sinis lelaki dihadapannya ini, ia mengangkat satu alisnya. Apakah lelaki dihadapannya ini tak mengerti jika Sena sedang cemburu karna ulahnya?! Rasanya Sena ingin menangis sekarang juga.

"Udah sore, awan juga udah mendung. Gue gak bisa biarin lo disini sendirian"ujar Azriel.

Sena memutar bola matanya malas, setelah mencampakkan dirinya tadi lalu sekarang bersikap lembut?

"Lo siapa gue?"tanya Sena.

Azriel mengangkat satu alisnya, sejujurnya sedari tadi ia memperhatikan Sena dari kejauhan. Namun ia menghampiri Sena karna tak bisa membiarkan perempuan itu sendirian dengan kondisi seperti ini.

"Lo kenapa? Gak kaya biasanya."ucap Azriel.

Tentu Sena tau apa yang diucapkan Azriel barusan, tidak mengganggunya bukan? Memang satu manusia dihadapannya ini benar-benar tidak peka terhadap perasaannya.

"Gue lagi gak mood."ujar Sena.

"Lo cemburu?"

Sial, bagaimana bisa lelaki itu tau? Tapi Sena mengucapkan syukur didalam hatinya karna lelaki itu menyadarinya.

"Enggak."jawab Sena berbohong, tentu saja ia cemburu. Dasar manusia dihadapannya ini sungguh idiot!

Azriel mengangkat satu alisnya, ia tak bodoh untuk mengenali sikap Sena. Hampir tiga tahun ia diganggu oleh Sena jelas ia mengetahui sikap Sena.

"Lo kalo lagi cemburu rese ya, untung gue sabar."ucap Azriel.

Mata Sena membulat, apa barusan? Rese? Sena menggerutu didalam hatinya, meskipun ia aku-akui jika rese. Tapi tak perlu jujur juga!

"Ayo naik, udah gerimis ini."suruh Azriel.

Sena mendongakkan kepalanya melihat awan yang sudah mendung, bahkan ia juga bisa merasakan air yang mengenai tubuhnya.

Tanpa lama ia menaiki motor besar Azriel itu, tangannya langsung melingkar dipinggang Azriel. Masa bodoh jika lelaki itu marah, ia sangat lemas hari ini.

Azriel memakai helmnya kembali, membiarkan Sena memeluk dirinya. Dibalik helm yang ia pakai, dirinya tersenyum tipis.

•••

WE'LL MEET AGAIN? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang