33. PILIHAN

3K 289 41
                                        

Music : Surrender-Natalie Taylor

"A-apa?"

Bagai tersambar petir, Sena tak salah dengar bukan dengan ucapan lelaki dihadapannya ini? Perjodohan? Dengan siapa? Dengan Aileen, atau perempuan lain?

Azriel menunduk, tak berani menatap wajah Sena yang kini memerah. Perempuan dihadapannya ini terdiam selama beberapa detik, ditemani dengan air mata yang yang mengumpul dipelupuk mata.

Sakit? Tentu, hubungannya yang masih dibilang seumur biji jagung harus mendengar ucapan seperti itu.  Sena mengerjapkan matanya berkali-kali, air mata jatuh menuruni kedua pipi perempuan itu.

"Maaf."lirih Azriel, ia mendongakkan kepalanya dan meraih tangan Sena.

"Bilang ini bohong El."lirih Sena.

Azriel menggeleng. "Gue gak bohong Sen, papa bener-bener ngejodohin gue."ucap Azriel.

"BILANG INI BOHONG!!!"jerit Sena, tangisnya pecah. Ia tak bisa menahan rasa sakit didadanya itu, ia menatap tak percaya pada Azriel.

"B-bilang k-kalo Lo bohong hiks."

"Maafin gue Sen, gue gak bisa bantah kemauan papa."ujar Azriel, tangannya terulur menghapus air mata dipipi Sena.

Azriel membawa Sena kepelukannya, ia mengelus rambut perempuan itu. Bahkan Azriel bisa merasakan bajunya basah, tak salah lagi itu adalah air mata Sena.

"L-lo terima?"tanya Sena, dan dijawab anggukan oleh Azriel.

Kembali, tangis perempuan itu kini lebih kencang. Sena memukul dada lelaki itu, mengatakan jika Azriel lelaki jahat, brengsek. Terdengar jelas isakan pilu Sena ditelinga Azriel, mencoba untuk menghentikan tangisan itu namun tak bisa.

"Lepas!!"

"Gue mau pulang!"berontak Sena, ia berusaha melepaskan pelukan itu. Semakin dekat dengan lelaki itu maka Sena semakin sakit merasakannya.

"LO BILANG LO CINTA SAMA GUE EL, LO BILANG KALO LO SAYANG SAMA GUE! MANA SEKARANG HAH? MANA?! BAHKAN LO TERIMA PERJODOHAN ITU, ITU ARTINYA SAMA AJA LO GA CINTA SAMA GUE!!"jerit Sena, ia melepaskan pelukan itu dengan sekuat tenaga. Terpaksa Azriel melepaskannya, menatap wajah Sena yang menatap dirinya nyalang.

"Dengerin penjelasan gue dulu Sen."lirih Azriel.

Sena menepis tangan Azriel, menatap tajam lelaki itu. Tak peduli keadaannya yang sudah berantakan. "Gue pikir Lo bener-bener cinta sama gue, nyatanya? Ucapan cinta Lo itu cuma angin selewat El, jangan bilang kalo Lo jadiin gue pacar karna kasian. Iya?"tanya Sena terisak, bibirnya bergetar dan pandangannya buram karna air mata.

Azriel sontak menggeleng keras, mana mungkin ia menjadikan Sena miliknya hanya karna kasihan? Ayolah, Azriel tak sejahat itu. Ia benar-benar mencintai perempuan yang ada dihadapannya ini.

Sena menghapus kedua air mata itu dengan kasar. "Gue kecewa."lirih Sena, ia membuka pintu mobil itu namun dengan cepat Azriel menguncinya.

"BUKAAAA."jerit Sena, masa bodoh jika diluar mendengar teriakannya. Salahkan saja Azriel yang mengunci pintu mobilnya itu.

WE'LL MEET AGAIN? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang