⚠️BELUM REVISI
[SEKUEL MY HUSBAND IS MY DILAPIDATED]
Disarankan untuk membaca MHID terlebih dahulu, agar bisa mengetahui karakter orang-orang sebelumnya.
•••
"Lo itu cewe, tapi kelakuan lo ngelebihin laki-laki."
Mata Sena memicing, bukannya marah Se...
Matahari menampakkan dirinya dipagi hari, membuat salah satu dari kedua orang itu mengerjapkan matanya pelan. Tubuhnya masih terasa lelah akibat kemarin ia membantu barang pentingnya yang dipindahkan ke rumah barunya.
Iya, mereka berdua kini sudah pindah ke rumah baru yang dihadiahkan oleh kedua orang tuanya. Malu jika terus terusan harus menumpang disalah satu orang tua mereka. Toh Azriel sudah mulai bekerja ini, jadi tak masalah.
Mencari posisi nyaman untuk mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul, menatap langit langit dengan pandangan kosong. Lalu setelahnya ia menoleh ke samping, melihat bagaimana sang suami tertidur dengan wajah yang tampan.
Menghembuskan nafasnya pelan, Sena bangun dari tidurnya dan menyibakkan selimutnya pelan. Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul enam lebih tiga puluh menit, tanpa lama ia menggulung rambutnya dengan asal.
Berjalan ke kamar mandi hanya untuk menggosok gigi dan mencuci wajah, terlalu malas untuk mandi. Setelah selesai, ia keluar dari toilet. Namun pandangannya langsung jatuh pada Azriel yang tertidur dengan posisi yang berbeda dari sebelumnya.
Sena tertawa kecil melihatnya, namun tawanya menyebabkan Azriel bangun. Lelaki itu perlahan membuka matanya dan merubah posisi menjadi tengkurap.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Memainkan jari-jarinya dengan pandangan kosong, melihatnya membuat Sena gemas. Bagaikan anak kecil yang dibangunkan oleh sang ibu untuk bersiap ke sekolah.
"Morning El."
Sena merendahkan tubuhnya sedikit dan mencium pipi Azriel, membuat lelaki itu melihatnya dengan tatapan aneh.
"Kenapa?"tanya Sena, ia duduk dipinggiran kasur. Membiarkan Azriel mendekatinya dan tiduran diatas pahanya, dengan wajah yang menghadap ke perut Sena.
Merasakan gelengan dibawah, Sena menunduk dan mengusap rambut Azriel. "Udah jam tujuh, bangun."ucapnya, namun tak didengarkan oleh Azriel.
Azriel mendudukkan tubuhnya diatas kasur, ia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia menoleh ketika sang istri bertanya.
"Mau dimasakin apa El?"tanya Sena, perempuan itu sesekali memainkan ponselnya ditangan.