Pagi hari yang cerah, Sena membuka matanya ketika sinar matahari memasuki kamarnya melalui jendela. Tangannya ia angkat ke atas dan menggeliat kecil, menguap menandakan jika ia masih mengantuk.
Sena yang kembali terpejam terpaksa membuka matanya ketika mendengar suara gaduh. Sena berdecak sebal, ia melirik jam kesayangan diatas nakas, ah ternyata sudah siang.
Jam menunjukkan pukul 10 kurang 15 menit. Tanpa lama Sena mengambil jepit rambutnya, lalu menggulungnya dengan asal-asalan. Berjalan ke arah wastafel untuk gosok gigi dan cuci muka.
Setelah itu, dirinya mengambil ponsel yang berada dikasur, keningnya mengerut mendapatkan pesan banyak dan telfon berkali-kali dari Azriel.
Tunggu--sejak kapan nama kontak Azriel menjadi 'Baby El'?
Sena memicingkan matanya--ahh sudah tidak diragukan jika ini adalah ulah kekasihnya itu. Namun dirinya terkekeh geli melihat nama kontak itu, ia seperti mempunyai bayi sekarang.
Pandangannya kini menoleh ke asal pintu, dimana sang adik menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
"Ehehe, kirain belum bangun."cengir Aksa, ia membuka pintu kamar sang kakak lalu menerobos masuk begitu saja.
"Kenapa?"tanya Sena.
"Disuruh mami buat bangunin, tapi kakaknya udah bangun duluan."jawab Aksa.
Sena mengangguk. "Udah makan?"tanya Sena pada adiknya, dan dijawab geleng oleh Aksa.
Sena mengangkat satu alisnya. "Kenapa? Kamu inget punya maag kan?"tanya Sena.
"Aksa nungguin Kaka, ayo makan bareng."ajaknya, membuat Sena terdiam ditempatnya.
"Jangan gitu lagi, Kaka gamau ya kamu sakit cuma karna nunggu Kaka buat makan bareng."tegur Sena, dan diangguki oleh Aksa.
"Iya, maaf. Janji gak Aksa ulangin lagi."
Sena yang mendengarnya tersenyum, lalu mengajak Aksa untuk keluar. Berjalan ke arah meja makan, namun Sena mengedarkan pandangannya ketika tak mendapati kedua orang tuanya.
"Mami sama papi kemana?"tanya Sena.
"Tadi waktu nyuruh Aksa bangunin kakak, mereka langsung pamitan buat ke tempat WO."jawab Aksa.
Sena mengangguk paham, kedua orangtuanya kini telah sibuk mengurusi pernikahannya. Sialan, mengingatnya membuat Sena malu sendiri. Bagaimana bisa ia akan melepas masa lajangnya dalam waktu beberapa hari ini?
•••
Sena menatap kukunya yang kini terlihat cantik dari sebelumnya, tentunya sekarang ia sedang sibuk merawat diri. Sangat melelahkan, tapi tak apa.
Menuju H-1 masih ada waktu untuk 4 hari lagi, namun satu persatu keluarga besarnya sudah berdatangan ke rumahnya. Yura dan Aska telah pulang beberapa menit yang lalu, saat melihat mereka pulang Sena tak bisa menahan senyumnya ketika melihat kartu undangan yang sudah jadi.
Sena berdiri dari duduk ayunannya dan masuk kedalam, namun langkahnya terhenti ketika matanya tak sengaja menatap calon suaminya sedang berbicara dengan-- siapa itu?
Sena mengernyitkan dahinya, matanya membulat mengingat jika orang itu adalah tetangga barunya. Tak bisa dibiarkan, bisa dilihat gerak gerik perempuan itu yang tersenyum centil pada Azriel.
KAMU SEDANG MEMBACA
WE'LL MEET AGAIN? [END]
عاطفية⚠️BELUM REVISI [SEKUEL MY HUSBAND IS MY DILAPIDATED] Disarankan untuk membaca MHID terlebih dahulu, agar bisa mengetahui karakter orang-orang sebelumnya. ••• "Lo itu cewe, tapi kelakuan lo ngelebihin laki-laki." Mata Sena memicing, bukannya marah Se...
![WE'LL MEET AGAIN? [END]](https://img.wattpad.com/cover/274067166-64-k95797.jpg)