Suara ricuh dilapangan kini mulai terdengar setelah Azriel mengatakan jika Sena adalah miliknya, bahkan banyak yang meneriakki mereka. Tak segan segan juga ada yang berteriak kata 'cie.'
Sepertinya hari ini adalah hari patah hati perempuan di SMA Angkasa. Ya karna lelaki yang mereka sering bicarakan kini sudah milik perempuan yang bernama Sena.
Masa bodoh dengan teriakan orang lain, Azriel berlari kecil untuk menghampiri Sena. Kini ia berdiri dihadapan Sena, melihat perempuan itu yang menunduk. Tanpa lama Azriel mengangkat dagu Sena, sehingga tatapan mereka bertemu.
Dahi Azriel mengerut ketika melihat rona merah dipipi Sena, demi Tuhan Azriel menahan tawanya mati-matian. Ternyata perempuan nakal seperti Sena bisa merasakan rona merah seperti itu?
"Udah kan? Sekarang lo milik gue, dan gue milik lo. Siapa pun yang gangguin lo nanti, harus berhadapan sama gue langsung."ucap Azriel.
Sena memalingkan wajahnya ke samping, dimana Azriel yang dulu dingin dan ketus pada dirinya?! Sekarang yang dikeluarkan dari mulut lelaki itu hanyalah ucapan manis. Oh apakah Sena telah berhasil merubah Azriel yang dingin menjadi bucin padanya?
"T-tapi gak gini juga carany-"
"Ya terus harus gimana? Gue harus bilang 'Sen lo mau gak jadi pacar gue?' gitu? Gak mau gue, geli."potong Azriel cepat.
Sena mengulum bibirnya, ia menahan senyumnya sedari tadi. Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Sena. Meski pun Azriel berbicara jika ia belum tau jika lelaki itu sudah cinta atau belum tak masalah, cinta bisa tumbuh kapan pun itu kan? Seiring berjalannya waktu.
Azriel mengacak rambut Sena. "Bentar lagi bel masuk, jangan bolos ya? Udah bagus lo belakangan ini jarang bolos."ujar Azriel, hal itu membuat Sena mengerucutkan bibirnya sebal.
Azriel yang melihat itu tersenyum tipis. "Besok malem gue ke rumah lo ya?"
Mata Sena membulat. "Ngapain?"tanya Sena, ini hari Jum'at sedangkan besok malam adalah malam Minggu.
"Apel, sekalian minta restu."
•••
"Pii."
Merasa dipanggil, Aska menoleh. Saat ini ia sedang berada diruang keluarga, menonton tv. Tentu saja dengan istrinya tercinta, sedangkan anak keduanya itu tiduran dikarpet bawah. Dengan tangan yang bergerak kesana kesini, bermain game.
"Apa?"sahut Aska, ayolah ia sedang menikmati waktu berdua dengan istrinya itu. Dan sialnya anak sulungnya itu datang tanpa diundang.
"Gak, manggil doang."
Aska mencibir, jika buka anaknya sudah ia tendang. "Tumben kamu gak bikin masalah?"tanya Aska menatap anaknya itu.
"Mas! Bagus dong gak bikin masalah."ujar Yura.
Sedangkan Sena ia memutar bola matanya malas. "Gak tau."jawab Sena.
Ia meringis saat melihat tatapan horor sang ibu. "Canda mi elahh, serius amat hidupnya."ujar Sena.
"Kak ayo mabar."ajak Aksa, yang sedari tadi diam.
"Gak mau ah, males."
Aksa mencibir. "Bagus juga si nolak, soalnya kakak beban."ujar Aksa.
Sena yang mendengarnya tak terima, ia melemparkan bantal kursi pada adiknya. "Suka bener kalo ngomong."balas Sena.
Tak sengaja Sena melihat Aska yang tersenyum-senyum sendiri. "Papi ngapain senyum-senyum sendiri? Udah gila ya?"tanya Sena.
KAMU SEDANG MEMBACA
WE'LL MEET AGAIN? [END]
Romantik⚠️BELUM REVISI [SEKUEL MY HUSBAND IS MY DILAPIDATED] Disarankan untuk membaca MHID terlebih dahulu, agar bisa mengetahui karakter orang-orang sebelumnya. ••• "Lo itu cewe, tapi kelakuan lo ngelebihin laki-laki." Mata Sena memicing, bukannya marah Se...
![WE'LL MEET AGAIN? [END]](https://img.wattpad.com/cover/274067166-64-k95797.jpg)