Sena membuka matanya perlahan, ia menyamankan posisinya dipelukan Azriel. Mengusel pelan pada dada lelaki itu, sesekali Sena mengerjapkan matanya berkali-kali, mengusir rasa kantuk untuk pergi. Ia mendongakkan kepalanya, menatap wajah Azriel yang tertidur damai.
Tangannya terulur untuk mengelus pipi sang suami, ia mengulum senyumnya ketika mengingat kejadian semalam. Namun sedang asik menatap wajah lelaki itu, tiba-tiba matanya terbuka perlahan. Keduanya saling menatap, Azriel yang melihatnya tersenyum kecil.
"Udah puas ngeliatinnya?"tanya Azriel dengan suara khas bangun tidur.
"S-sejak kapan udah bangun?" Bukannya menjawab, Sena malah menanya balik.
"Daritadi juga udah bangun."jawab Azriel, kembali menarik tubuh polos Sena dibalik selimut. Membuat mereka merasakan sentuhan hangat kulit mereka.
Tentu saja dibalik selimut itu tubuh mereka polos, tidak mengenakan pakaian sehelai pun. Semalam saat Azriel mendapat pelepasannya, lelaki itu langsung menarik ke pelukannya dan memasuki alam mimpi.
Pipi perempuan itu memerah mengingat dimana semalam mereka melakukannya hingga pagi tiba. Suaminya itu benar-benar kelebihan hormon! Sampai-sampai Sena susah bangun untuk sekarang, bergerak sedikit pun ia merasakan nyeri pada bagian bawahnya.
Cup
"Morning kiss babe."ujar Azriel mencuri kecupan pada sang istri yang sedang melamun itu.
Sena bergerak pelan, ia memeluk Azriel erat. "El."panggilnya dengan nada bisikan. Membuat Azriel yang memejamkan matanya dengan tangan mengelus punggung Sena mendehem pelan.
Lelaki itu membuka matanya. "Kenapa?"tanya Azriel.
Bibir Sena melengkung kebawah, namun sayang Azriel tak bisa melihatnya. Karna perempuan itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.
"S-sakit."rengek Sena, membuat Azriel mengerutkan keningnya.
"Hm? Masih sakit?"tanyanya, dan diangguki oleh Sena pelan.
"Ssttt, semalem gue maennya kasar ya?"tanya Azriel, tangannya berpindah mengelus rambut Sena.
"Enggak."jawab Sena.
"Punya lo nya aja yang kegedean, jadi sakitnya awet."lanjutnya, membuat Azriel mendelik sinis pada sang istri.
"Bukan punya gue yang kegedean, tapi punya lo nya aja yang kekecilan."balas Azriel, membuat Sena mencubit pelan perut Azriel.
"Sembarangan kalo ngomong."ucap Sena.
"Udah siang, laper enggak?"tanya Azriel, mengangkat dagu sang istri untuk menatap wajahnya.
"Masih nanya?!"tanya Sena dengan nada nyolot, membuat Azriel terkekeh gemas.
Lelaki itu menarik tengkuk sang istri, menyatukan kembali bibir mereka. Mempertemukan benda kenyal itu untuk saling melumat, bertukar saliva, dan mengecap satu sama lain. Azriel melepaskan lumatan itu dan tersenyum manis.
"Cantik banget istri gue."ucap Azriel terkekeh, lelaki itu langsung memberikan kecupan di seluruh wajah sang istri. Membuat Sena yang merasakannya tertawa kecil.
"Geli El."ujarnya dengan tertawa kecil, Azriel yang mendengarnya menghentikan kegiatan itu dan terkekeh.
Tatapan Sena beralih pada bahu lelaki itu, dimana ada bekas gigitan semalam. Jangan lupakan juga cakaran yang berada dipunggung lelaki itu.
"Sakit enggak?"tanya Sena, dengan pelan tangannya menyentuh bekas gigitan itu.
"Ngga sayang, sakitnya gak seberapa sama kepunyaan lo."ujar Azriel, membuat Sena mengerucutkan bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
WE'LL MEET AGAIN? [END]
Romansa⚠️BELUM REVISI [SEKUEL MY HUSBAND IS MY DILAPIDATED] Disarankan untuk membaca MHID terlebih dahulu, agar bisa mengetahui karakter orang-orang sebelumnya. ••• "Lo itu cewe, tapi kelakuan lo ngelebihin laki-laki." Mata Sena memicing, bukannya marah Se...
![WE'LL MEET AGAIN? [END]](https://img.wattpad.com/cover/274067166-64-k95797.jpg)