Saat ini keduanya berada dikamar Azriel, Sena yang sedang tiduran dikasur lelaki itu dan sang pemilik kasur yang sedang memilih baju.
"El mau mandi?"tanya Sena, ia menopang dagunya dan memperhatikan lelaki itu sedari tadi.
"Kagak, mau ngepet."jawab Azriel ngawur, ia menutup lemari itu dan berjalan untuk mengambil handuk. Matanya melirik Sena yang sedang memperhatikan dirinya.
"Apa liat-liat?"tanya Azriel.
Sena menyengir. Ia merubah posisinya menjadi duduk dan turun dari kasur. "Mandi sana bau, gue mau bantuin mama masak aja."
"Kek yang bisa masak Lo."cibir Azriel.
"Nakal nakal gini gue bisa masak ya, sembarangan kalo ngomong."
"Masak air?"tanya Azriel mengangkat satu alisnya.
"Masak daging Lo." Setelah itu ia keluar dari kamar Azriel, mengerucutkan bibirnya sebal karna lelaki itu tidak mempercayainya.
Yuna yang melihat Sena pun mengkerutkan keningnya. "Kamu kenapa Sen?"tanya Yuna, tangannya fokus memotong bahan-bahan yang akan diracik menjadi bumbu.
"El gak percaya Sena bisa masak."jawab Sena, ia mendekati Yuna dan melihat wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu sedang memotong daun bawang.
Yuna terkekeh mendengarnya. "Gak usah didengerin, Sangga emang gitu."
Sena mengerutkan keningnya. "Sangga siapa?"tanya Sena.
Yuna menoleh, ah iya lupa. "Sangga itu panggilan Azriel waktu masih diSurabaya."jawab Yuna.
"Kok Sangga?"tanya Sena tak paham.
Yuna mencubit gemas pipi Sena. "Ya kan nama Azriel itu ada Prasangga nya sayang."
Mulut Sena membentuk bulat. "Sena bantuin ya?"ujar Sena.
"Boleh."
•••
"El."panggil Sena, Azriel yang sedang memanaskan motor pun menoleh ke belakang.
"Apaan?"
Sena memainkan ujung bajunya, menipiskan bibirnya dan menatap Azriel yang sibuk dengan motornya.
"Gue ijin mau latihan ya sama Satya mulai besok?"
Azriel menoleh, ia mengerutkan keningnya. Latihan? Untuk bulan depan tampil? Ah, Azriel juga sepertinya mulai disibukkan oleh acara itu.
Azriel mengangguk. "Boleh, asal jangan terlalu deket sama Satya."ujar Azriel, ia memakai jaketnya dan memberikan satu helm pada Sena.
"Enggak kok, cuma latihan doang paling cuma satu atau dua jam."
"Dimana?"tanya Azriel.
"Diruang musik sekolah lah."
"Yaudah, nanti bisa bareng kalo gitu pulangnya."
Sena mengerutkan keningnya. "Kok bareng El?"tanyanya.
Azriel menyentil pelan kening Sena. "Lo lupa kalo gue ketua OSIS? Kan pak Lili sama Bu Rosna nyerahin ke gue, mereka cuma bantu dikit doang."
"Termasuk sama panggung yang dipasang?"tanya Sena polos, hal itu membuat Azriel tertawa.
"Enggak lah, panggung atau yang lainnya itu tanggung jawab mereka. Gue cuma ngurusin yang lainnya."jawab Azriel.
KAMU SEDANG MEMBACA
WE'LL MEET AGAIN? [END]
Romance⚠️BELUM REVISI [SEKUEL MY HUSBAND IS MY DILAPIDATED] Disarankan untuk membaca MHID terlebih dahulu, agar bisa mengetahui karakter orang-orang sebelumnya. ••• "Lo itu cewe, tapi kelakuan lo ngelebihin laki-laki." Mata Sena memicing, bukannya marah Se...
![WE'LL MEET AGAIN? [END]](https://img.wattpad.com/cover/274067166-64-k95797.jpg)