Eps. 8

2K 200 17
                                        

Pukul 09.10 pagi. Sudah lewat jam sarapan, tapi tak ada alasan untuk tak makan jika lapar, bukan? itulah hal yang sedang Namjoon lakukan sekarang.

"Ahjuma, tolong lihat apakah Sunoo sudah bangun? Jika iya minta dia makan bersama ku sekarang"

"Algesseumnida tuan Kim" pelayan senior, yang merupakan wanita paruh baya itu beranjak dari ruang makan dan menuju ke kamar di tuan muda.

Wanita itu mengetuk beberapa kali sampai pintu itu dibuka oleh penghuni nya, Sunoo terlihat mengusak matanya yang masih sedikit terpejam. Rambutnya berantakan, mencuat kemana-mana.

"Ada apa?" Tanyanya tak minat

"Maaf mengganggu mu, tuan muda, tapi ayah tuan menunggu di ruang makan"

Sunoo mengangguk-angguk dengan mata yang sudah kembali terpejam. Dia menggaruk bagian belakang tubuhnya dengan tak elit.

"Aku akan kesana setelah cuci muka" ucapnya sekenanya

"Ne, tuan. Saya permisi" pelayan itu membungkuk dan berlalu setelah mendapat gumaman sebagai jawaban dari tuan muda nya.

Sekitar 10 menit, Sunoo berjalan dengan gontai mendekati meja makan. Wajahnya masih terlihat sembab meski dia sudah mencucinya.

Sunoo memperhatikan makanan yang tersedia dengan tak selera. Pemuda itu menghela nafasnya.

"Wae? Kau tak suka menu nya?" Tanya Namjoon

"Aku mau sereal saja"

Namjoon mengangguk.
"Ahjuma, tolong buatkan sereal untuk Sunoo"

"Algesseumnida, tuan"

Sunoo memangku kepalanya diatas telapak tangan yang diangkat dan di letakan diatas meja makan. Dia menangkup wajahnya dan memandang ayahnya yang sedang asik makan sembari membaca koran akhir pekannya- kebiasaan sejak dulu.

"Aku mau daddy kembali bersama mommy"

"Uhuk! Uhuk!"

Sunoo terlihat tak perduli mendapati reaksi ayahnya, wajah pemuda itu datar-datar saja.

"Sunoo-ya" ucap Namjoon setelah batuknya mereda.

"Aku tak perduli, dad. Apapun alasan kalian. Aku ingin kau kembali bersama mommy ku! Aku tak suka kau bersama wanita itu!"

Namjoon meletakan koran dan alat makannya, pria tampan itu menghela nafasnya yang terdengar berat.

"Kenapa tiba-tiba kau bertingkah begini, Kim Sunoo?" tanyanya dengan tatapan lurus pada sang anak.

Sunoo berdecih.
"Bertingkah? Apa salahnya kalau aku menginginkan keluarga ku kembali utuh?!" sejak tadi pemuda itu telah meninggikan nada bicaranya pada sang ayah, tak lagi memperdulikan sopan santun yang selalu ibunya ajarkan.

Namjoon terdiam. Menghindari tatapan menuntut sang anak.

"Kau pengecut, dad!"

Namjoon mengernyit, kembali menatap anak bungsunya.

"Aku tahu kau masih mencintai mommy" ucap Sunoo pasti.

"Tidak ada yang seperti itu, Kim Sunoo. Ku mohon berhenti lah bersikap kekanakan. Permasalahan daddy dan mommy mu tak semudah itu"

"Kalian hanya mempersulitnya!"

"Kim Sunoo!" Suara Namjoon berubah tegas, membuat anak itu beringsut diam dengan bibir mengerucut tak terima.

"Permisi, ini serela nya tuan muda" si pelayan meletakan mangkuk berisi susu dan sereal di depan Sunoo, dengan canggung sebelum akhirnya memutuskan untuk undur diri.

DivorceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang