🎖 #1 - leeruby (Aug, 08 '21)
🎖 #1 - jhope (Mar, 01 '22)
🎖 #2 - txt (Feb, 08 '23)
Mengapa mereka berpisah?
Dan apakah mereka akan kembali bersama?
Mana yang akan di pilih, Keluarga ataukah Ego?
BXB
MPREG
21+
Hening menguasai sepanjang perjalanan Seokjin mengantar kedua putranya menuju ke rumah ayah meraka, pada akhirnya si sulung memilih ikut sebab ibunya juga pergi, satu-satunya alasan pemuda itu merubah keputusannya adalah untuk menjaga sang ibu.
Seokjin yang fokus menyetir beberapa kali melirik kepada kedua anaknya yang tengah sibuk sendiri-sendiri. Soobin yang sibuk memandang keluar jendela sembari mendengarkan musik dari earphone nya, dan Sunoo yang juga sibuk dengan ponselnya. Wajah yang masih terlihat kesal itu merupakan bentuk protes Sunoo kepada sang kakak atas perdebatan mereka sebelum berangkat tadi.
Empat puluh menit berlalu sampai Seokjin memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah mewah itu, rumah yang sepuluh tahun silam pernah menjadi tempat tinggalnya. Menarik nafas panjang saat dirinya memandang bangunan dua lantai di depannya, Seokjin berusaha mengendalikan diri agar tak terlihat aneh di depan anak-anaknya.
"Nah, kita sudah sampai." Ucap Seokjin sembari tersenyum, melirik pada Sunoo dan Soobin yang masih tak mengatakan apapun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Si bungsu menurunkan kaca mobil dan melongok keluar, mengamati sekitar, kemudian mendapati mobil pribadi sang ayah yang dikenalinya sudah terparkir di pojok halaman yang luas itu. "Sepertinya daddy sudah pulang?" gumamnya.
"Kalau begitu hati-hati sayang. Jaga makan mu dengan baik dan jangan tidur terlalu malam. Hm?" Seokjin mengingatkan Sunoo sebelum anak itu melangkah turun dari mobil. Namun kemudian pergerakan Sunoo terhenti, menatap ibunya dengan wajah murung.
"Mommy tidak mau mengantarku sampai dalam?" Tanyanya.
"Sunoo-ya? " Pada akhirnya si sulung bersuara, coba memperingati adiknya.
Seokjin menghela nafasnya dalam, sebelum mengiyakan permintaan anak bungsunya. Berusaha menenangkan dirinya dan putra pertamanya, dia tahu suasana hati Soobin sedang tidak bagus, entah karena apa. Dia tak ingin anak-anaknya bertengkar.
"Baiklah, tapi mommy hanya akan mengantarmu, ya? Mommy tidak akan mampir lebih lama."
Sunoo terdiam, menghela nafasnya. Yah, baiklah, itu lebih baik dari pada tidak sama sekali, kan? Siapa tahu ibu dan ayahnya bisa bertemu? Kemudian Sunoo mengangguki tawaran ibunya setenah hati.
"Kau mau tunggu di sini saja atau ikut kedalam, Soobin?" Tanya Seokjin, yang kini menatap putra tertuanya. Yang ditanya hanya mampu menghela nafas, jengah. Soobin tidak punya pilihan, dia tak mau mengambil resiko untuk membiarkan ibunya bertemu dengan sang mantan suami.
Ketiganya beranjak keluar dari mobil dan berjalan beriringan menuju pintu utama. Namun, pergerakan mereka terhenti saat melihat dua orang keluar dari pintu itu. Namjoon dan Irene, sama terkejutnya dengan kehadiran ketiga orang di sana. Terlebih Namjoon, tubuhnya bahkan kini mematung, terlalu kaku untuk bisa bergerak.
Jika Soobin dan Seokjin terlihat mampu mengendalikan diri mereka, berbeda dengan Sunoo yang nampak begitu menunjukkan emosinya. Sunoo tidak suka melihat ayahnya bersama seorang wanita yang tengah memeluk lengan sang ayah. Sunoo ingin berteriak memisahkan mereka, namun dia terlalu terpaku untuk sekadar menggerakkan lidah.