Eps. 25

1.8K 167 29
                                        

"Oh?"

Jaehwan sempat mematung beberapa saat di depan pintu ruang rawat Seokjin, mendapati Namjoon di sana menjadi satu tanda tanya besar untuknya. Sedang apa?

"Oh? Nuguseyo?" Soobin lah yang pertama kali menyapa, membuat Jaehwan kembali pada fokusnya.

"Oh? Ah, maafkan aku." Ucapnya salah tingkah.

"Ken? Masuklah." Pinta Seokjin yang sempat melirik sebentar pada Namjoon, yang juga tengah mematai sang director intens.

Banyak pertanyaan di benak Jaehwan, tapi terpaksa disimpan demi rasa kemanusiaan. Pria itu melangkah masuk, menunduk singkat pada Namjoon yang masih bergeming. Jaehwan tak bodoh dengan tidak sadar tatapan menelisik pria berkulit tan di sana.

"Hai, Jin. Bagaimana keadaan mu?" Tanyanya mencoba mengalihkan pikiran, kemudian Jaehwan menoleh pada kedua putra sang aktor. "Inikah anak-anak mu? Astaga mereka tampan."

"Aku sudah baik-baik saja, Ken. Dan yah, mereka anak-anakku. Sunoo, Soobin, perkenalkan ini paman Ken, rekan kerja mommy."

"Aah, annyeonghaseyo." Sapa Soobin seraya membungkuk sopan, Sunoo disebelahnya memperhatikan pria itu penuh selidik, sebelum akhirnya ikut membungkuk tanpa suara. Dia benar-benar mirip ayahnya, ㅋㅋㅋ.

Selanjutnya Jaehwan menoleh pada Namjoon, ingin pura-pura tak tahu, tapi tak bisa, kan?

"kalian sangat dekat ya? Kau bahkan sampai menyempatkan mampir pagi-pagi sekali, tuan Kim?" Tanya Jaehwan pada Namjoon yang kini menaikan satu alisnya, sedikit tak suka dengan nada sarkas barusan.

Namjoon menoleh pada Seokjin penuh tanya, bisa dilihat sang mantan istri sedikit salah tingkah. Pasalnya, pada kenyataannya pmemang tidak banyak yang tahu soal sosok mantan suami Seokjin, termasuk Jaehwan sendiri.

Namjoon berjalan mendekat pada Seokjin dan kedua putranya. "Aku akan membawa mereka sarapan, sepertinya kalian butuh bicara berdua." Ucap Namjoon.

"Dad, tapi aku-" Protes Sunoo terhenti saat sang ayah menatapnya penuh arti. Bibir Sunoo kembali terkatup, memilih manut.

Tanpa segan Namjoon mengecup kening Seokjin dalam, membuat Jaehwan menahan nafasnya, terpaku pada pemandangan di hadapannya. Ingin berpaling tapi tak bisa. Apa maksudnya ini?

"Sebaiknya beri tahu dia dengan benar, sayang." Bisik Namjoon yang hanya bisa di dengar oleh Seokjin. Jantung Seokjin berdebar tak karuan, apa ini? Apa Namjoon nya tengah cemburu?

Jaehwan masih bergeming bahkan setelah sosok Namjoon dan kedua pria muda tadi meninggalkan ruangan.

"Ken?" Panggilan Seokjin membuat kewarasan Jaehwan kembali.

"Ah, Jin. Maafkan aku." Sahutnya buru-buru.

Seokjin tersenyum maklum, "duduklah." Pintanya, meski enggan, Jaehwan tak sampai hati untuk menolak. Melihat pemandangan barusan membuatnya ingin segera pergi dari sana.

"Kau pasti bertanya-tanya kan?" Tanya Seokjin.

Jaehwan terdiam, bahkan hanya dari tatapan menuntut itu Seokjin tahu Jaehwan tengah menagih sebuah cerita darinya. Sang bintang menghela nafas dalam, menatap ke langit kamar rawat, tengah berpikir harus memulainya dari mana. Saat berusaha untuk bangun ke posisi duduk, Jaehwan dengan sigap membantu Seokjin.

"Ah, terimakasih." Ucap sang pasien saat berhasil duduk di atas kasurnya.

Jaehwan berusaha tersenyum simpul, meski pikirannya masih berkemelut. Seokjin menatap tamunya, lalu beralih pada bouquet bunga yang sejak tadi Jaehwan genggam.

DivorceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang