"Hajimemashite, [Fullname] desu!"
[Name] membungkuk sebentar lalu kembali menegakkan tubuh menatap pria berkacamata hitam yang agak jauh dari tempat ia berdiri.
Matanya seketika membulat sedikit ketika melihat sedikit pergerakan dari salah satu boneka buatan kepala sekolah.
"Apa aku salah lihat?"
Dia menoleh ke belakang saat merasakan pergerakan Gojo yang mundur. Dan guru itu memberikan anggukan kecil agar menenangkannya.
[Name] dengan ragu menoleh ke depan lagi tapi-
Bugh!
"Huh?!!!"
[Name] dengan was-was mengintip dari balik tangannya.
"Boneka kelinci itu bergerak dan menyerang?!"
Boneka yang awalnya [Name] liat sedikit bergetar kini telah ada di hadapannya, sesudah memukul [Name] dengan kecepatannya yang bahkan agak susah [Name] sadari.
"Refleks yang bagus."
"Ha?"
[Name] seketika sadar dari acara mematungnya.
Kini posisi berdirinya sedikit mundur dari yang awal dan kedua tangannya menyilang di depan wajahnya. Refleks menutupi wajahnya agar tidak terkena pukulan. Dan sekarang ia merasa tangan kirinya sakit akibat terkenal pukulan tiba-tiba barusan.
"Tapi akankah hanya akan menahannya?"
"Ap-"
Bugh!
"Sialan!" Umpatannya lolos keluar dari mulutnya tanpa ia sadari.
Satu kakinya sedikit di belakang untuk menahan tubuhnya agar tidak lebih mundur dan tangannya kini melindungi sisi kepalanya.
Bugh! Bugh! Bugh!
"Berhenti- agh!"
[Name] terus manangkis dan ada satu pukulan yang mengenai pipinya.
Bugh! Bugh! Bugh! Bugh!
Kelinci itu tidak memberi jeda sedikitpun dan hanya terus memukul dengan kecepatannya dan [Name] yang menangkis walau berkali-kali kecolongan.
"Kelinci sialan! Agh!"
Kini [Name] mundur dan berlari melewati Gojo, ke manapun ia berlari agar bisa leluasa bertarung.
"Rasakan!"
Set—
"Wleee!"
Kelinci itu menjulurkan lidahnya mengejek ketika tinju [Name] meleset. Padahal sudah tepat sasaran, namun pergerakan boneka itu sangat cepat.
Terjadilah pertarungan tidak imbang. [Name] terus memukul dan sesekali berlindung. Sedangkan kelinci itu hanya memukul dan menghindar. Dia cepat. Tapi saat [Name] mencoba menghindar dia malah tetap kena pukul.
"APA-APAAN KAU INI!" protes [Name] sambil melayangkan tinjunya dan-
Bugh!
"Satu pukulan!"
Satu pukulan berhasil kena dan membuat boneka itu sedikit terlempar tapi tidak jauh.
Bugh!
"Agh!"
[Name] kena balasan padahal baru saja membalas sekali.
[Name] terbiasa berkelahi dengan lawan yang lemah-seperti anak kecil seusianya-saat ia di jalanan. Dan baru sekarang dia melawan lawan sekuat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐑𝐞𝐠𝐫𝐞𝐭 - 𝐉𝐮𝐣𝐮𝐭𝐬𝐮 𝐊𝐚𝐢𝐬𝐞𝐧 (𝐏𝐚𝐫𝐭 𝟏) ✓
FantasíaSeorang gadis kecil yang selama 7 tahun hidup dalam sangkar emas dilepas begitu saja pada dunia bebas oleh orang tuanya yang khawatir ia akan membawa kesialan pada orang sekitar. Sesuatu yang diharapkan untuk menjaga ternyata justru menghancurkannya...
