15. Bercanda

5K 784 118
                                        

"Tapi kalau kau membunuh bocah di belakang itu, kau yang akan kulenyapkan!" ancam Sukuna

"Ikuti aku!" Dia memberi kode agar kutukan di belakangnya mengikutinya dengan jarinya. Tanpa sadar juga ia menyembuhkan jari Yuuji.

Bukannya menurut, kutukan itu malah mengeluarkan energi kutukan yang besar dan siap ia lemparkan pada Sukuna.

"Dasar bodoh!"

CRAAAT! DRUSH!

Ledakan itu tidak mengenai Sukuna dan hanya mengenai area di belakangnya, karena ia tahan dengan tangannya.

"Ah?" kagetnya saat tanpa sadar menyembuhkan tangan Yuuji. "Yah, sudahlah. Aku juga menyembuhkan tangan ini." Ia menggerak-gerakkan tangan Yuuji.

"HUAAA!" kaget kutukan tadi karena serangannya tidak kena.

"Kau tak suka jalan kaki?" tanya Sukuna. "Yah, roh terkutuk biasanya tidak meninggalkan tempat kelahirannya," jawabnya atas pertanyaannya sendiri.

Ia kemudian menoleh pada roh kutukan itu dan tersenyum.

"Baiklah, baiklah, kalau begitu..."

Cras! Cras!

Dengan cepat Sukuna berpindah tempat dan tangannya sudah ada di depan wajah kutukan barusan.

"Kau mati di sini saja!"

DRAK!

Ia menghantam kepala kutukan itu ke lantai, membuat lantai itu retak. Lalu Sukuna berdiri dan berjalan, dan berhenti di ujung kepala kutukan tersebut.

"Hei, ada apa? Kau masih belum mati, kan?"

Dia sedikit membungkuk mengamati kutukan di bawahnya yang perlahan bergerak hendak bangkit.

"Begitu, dong!" serunya.

"Ayo, berjuanglah."

Dia menegaskan tubuhnya dan bersiap menginjak kutukan itu.

DRASH!

Lantai tempatnya berpijak roboh karena ulahnya yang menginjak wajah kutukan di bawahnya.

"A-aku selamat?"

[Name] baru membuka mata, tepat saat lantai di depannya hancur.

Dia sudah sadar sedari tadi. Dia juga mendengar semuanya. Tentang keluhan Yuuji. Tapi saat itu dia begitu lemah dan bahkan tak bisa bergerak.

Saat mendengar suara lolongan anjing Megumi dia membuka matanya lalu menutupnya lagi saat melihat Sukuna yang sudah mengendalikan tubuh Yuuji.

[Name] terhenyak saat mendengar ada ledakan di bawahnya dan air naik ke atas, tapi tidak mengenainya.

"Sepertinya akan terjadi pertarungan besar," batinnya sambil mencoba berdiri.

"Hoi, Ular Terkutuk!" panggil [Name] sedikit berteriak.

Tak lama muncul di depannya ular hitam besar bermata merah. [Name] mendekati ular itu dan mengusap sisiknya.

𝐑𝐞𝐠𝐫𝐞𝐭 - 𝐉𝐮𝐣𝐮𝐭𝐬𝐮 𝐊𝐚𝐢𝐬𝐞𝐧 (𝐏𝐚𝐫𝐭 𝟏) ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang