[empat puluh dua]

108K 11.2K 2.3K
                                        

BIASAKAN VOTE SEBELUM MEMBACA
TANDAI JIKA ADA TYPO

BIASAKAN VOTE SEBELUM MEMBACATANDAI JIKA ADA TYPO

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

OLAAAA🙌

"Janji kamu sama aja hidup aku Ay

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Janji kamu sama aja hidup aku Ay." Dewa

∆∆∆

"Willy?"

Gadis mungil itu bergidik ngeri. Aya mencoba kembali membuka bungkus yupi yang entah sudah ke berapa.

"Iya Willy. Anak cheers yang kalo kata Bayu mirip ulet nangka, alias kaga bisa diem."sahut Cessa.

"Dia punya musuh?"tanya Aya lagi.

"Kurang tau,"

"Kasian juga anjir,"celetuk Bayu. Pemuda itu kini tengah santai menenggak minuman kaleng nya.

"Mungkin peluru nyasar,"ujar Bento.

"Bisa jadi. Yakali anak SMA punya musuh sampe maen tembak-tembakan,"setuju Aya.

Keempat nya kini tengah berada di rumah Cessa, lebih tepat nya di sebuah gazebo yang terletak dekat kolam renang.

Sejak kejadian itu, seluruh murid langsung di pulangkan. Kasus ini memang cukup menggemparkan, bahkan beberapa media tak sedikit datang untuk meliput.

"Itu dari Pak Adi?"tanya Bayu seraya menunjuk setumpuk buku paket di samping Aya.

"Iya,"jawab Aya seraya menghela nafas malas.

"Banyak banget,"ujar Bento, pemuda itu bertanya dengan sekilas melihat dan kembali fokus pada game di ponsel nya.

"Tau tuh. Ngeliat nya aja udah buat otak ngebug."keluh Aya.

"Gue sih mending mundur,"celetuk Cessa.

"Aya kok mundur? Dia malah tambah maju gara-gara doi nya nyalip."

"Anjay! Si Dewa nge gas terosss!"seru Bayu tergelak.

Aya yang mendengar hanya cengengesan, tangan mungil nya kembali mencomot camilan yang tersedia di tengah-tengah mereka, tak lupa meminum yogurt kesukaan nya.

ALTHAIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang