Minghao's Birthday

1K 124 5
                                        

Hansol tak berkutik. Ia hanya menatap Minghao dan tas gendongnya dari depan mobil.

"Kemana Den?"

"Stasiun!"

"Iya. Mau kemana?"

"... reunian?"

"???"

"Kalo kamu gak mau Saya naik taksi aj—"

"Saya bukan gak mau. Tapi saya harus jemput Mas Mingyu di kantor."

Ah iya ya.

"Oh yaudah. Saya naik taksi aja. T-tapi Jangan bilang Mingyu ya saya pergi. Saya juga udah bilang orang rumah buat jangan mention saya di depan Mingyu."

Hansol mengerutkan dahi. Sebenarnya ingin bertanya alasan namun sepertinya itu bukan urusannya.

"Yaudah karena Stasiun lewat kantor dulu gimana kalau sekalian jemput Mas Ming—"

"Ih! Kan perginya supaya Mingyu gak tahu!"

"Ah.. iya," Perasaan Hansol buruk. Kala Minghao akan melangkah pergi ia menarik tangan si manis supaya berhenti, "Saya anterin Raden dulu kalo gitu, Ayo."

Jantung Minghao terasa berdetak lebih cepat. Pergi ke stasiun sekarang rasanya lebih menegangkan dari pada berhadapan dengan Johnny si kakak tiri.

Oke, nginep di apart Wonu semalem. Pagi sampai sore quality time together terus balik dan tiup lilin sama bunda di rumah sakit pas malem. Bagus Minghao, ide bagus!

"Raden mau ke kota waktu Raden SMA?"

"...iya."

"Oooh. Padahal baru lulus SMA 3 bulan udah kangen kangenan ya."

"...Reuni Smp?"

Hansol kembali menyerukan kepahamannya.

Minghao menelan ludah kala mobil yang di tumpanginya melewati gedung besar di sebelah kiri. Kantor Mingyu. Matanya berbinar, cukup kagum membayangkan Pria bongsor itu ternyata memimpin perusahaan besar.

Ia tak pernah masuk kesana. Untuk apa juga? Tapi di lihat dari suksesnya perusahaan itu sekarang, Minghao akhirnya merasa tak heran mengapa Mingyu sangat sibuk dan Bunda selalu mengeluh kesepian.

Ah benar. Bunda.

"Mas Hansol katanya tadi pagi ke rumah sakit sama Mbok Diya?"

"Iya Den."

"Bunda gimana keadaannya?"

"Buruk."

"..."

"Katanya makin susah nafas. Saya juga gak ngerti, tapi akhir akhir ini emang drop parah."

Hansol melirik Minghao dari spion tengah. Si manis nampak khawatir sambil menggigiti bibir bawahnya.

"She's really love you Den."

"Iya. Saya juga ngerasa lebih di sayang sama bunda di banding sama mama."

"Mau mampir rumah sakit dulu?"

Minghao nampak berpikir. Namun memilih menggeleng. Ia akan mampir besok malam, tidur bersama bunda dan lebih memperhatikan bunda kemudian. Malam ini ia akan dedikasikan pada Wonwoo sang pacar.

Mobil sudah terpakir di tempat biasa Hansol menyimpan mobilnya saat mengantar Minghao. Si manis kembali menyuruh Hansol untuk tak bilang soal kepergiannya sekarang.

Langkah Minghao kembali di tahan. Kini oleh suara Hansol yang bilang dengan lantang, "Harus banget emang Ikut Reunian?"

"Kalo gak sekarang kapan lagi? Makin hari saya bakal makin sibuk. See u!"

Five Years Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang