38. Perlahan-Perlahan Terungkap

147K 20K 8.9K
                                        

Seperti pengumuman yang udah aku kasih berapa hari yang lalu, kalo aku mengubah bagian 38. Jadi jangan bertanya lagi apa alasannya ya. Nikmati saja bagian terbaru sekarang.

Yang belum mengikuti akun wattpad aku khairanihasan silakan diikuti dulu biar gk telat dapat info seputar cerita ini.

Silakan baca ulang kalo kalian memang sudah lupa bagian sebelumnya!

Ayo absen, kamu baca bagian ini jam berapa?

Vote dan comment yang rajin ya!

Happy reading 💙

***

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

Zeta baru saja keluar dari perpus, dia berhenti sebentar karena ponsel di genggamannya bergetar. 

Ta, gimana, lo udah dapat kabar kapan orang tua Agra pulang? Gue nggak mungkin nyembunyiin kehamilan gue ini lama-lama. Secepatnya gue harus pastiin Agra mau bertanggung jawab. Kabari gue secepatnya ya, Ta. Gue mohon banget sama lo.

Zeta terdiam lama membaca pesan itu. Orang tuanya akan pulang hari ini begitu pun dengan orang tua Agra. Zeta memang tidak ingin mengatakan kepada Kia karena berat untuknya memberi tahu. 

"Zeta," panggilan itu membuat Zeta menoleh ke belakang. Nevan yang tersenyum setelah memanggilnya membuat Zeta segera menutup ponselnya. 

Cowok itu jalan mendekat dan berhenti tepat di depan Zeta. 

"Kia ada bilang apa sama lo, sampe muka lo pucat pas denger dia ngomong?" 

Nevan tersenyum saat gadis pintar itu membulatkan mata melihatnya. Cowok ini memang tidak suka berbasa-basi, terlebih dengan lawan jenis. Susah, nanti ngomong dikit dibilang lagi coba mengambil hati, kasih harapan dan sebagainya. Terlebih karena cewek di depannya adalah Zeta, dia malas berurusan dengan emosi Agra. Terakhir kali Agra sampai marah-marah karena  tidak mau otak Zeta terkontaminasi dengan pembicaraan mereka. Dari situ dia tahu, cewek di depannya ini mulai berarti di hidup Agra. 

Ngomong-ngomong tentang Kia, kenapa dia bisa tahu cewek itu mengatakan sesuatu kepada Zeta. Karena dia tidak sengaja melihat saat ingin kembali ke sekolah setelah habis minum kopi susu di warung Bude Lali. Dia sudah yakin apa yang disampaikan Kia suatu yang buruk melihat reaksi Zeta saat itu dan semakin yakin saat melihat Zeta yang marah-marah kepada Agra ketika cowok itu coba bertanya. 

Nevan melihat sekitar. Memastikan tidak ada orang lain yang akan mendengarkan ucapannya. 

"Dia hamil anak Agra, gitu katanya?" ucap Nevan tenang. 

Garis LukaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang