42. Sosok Agra

146K 18.6K 7.1K
                                        

Maaf agak telat updatenya tapi yang penting aku tetap update hari kan wkwkkkk

Kamu baca jam berapa nih?

Vote dan comment yang banyak untuk bagian ini ya!

Rekomendasiin cerita ini ke sosial media kamu dan tag instagram aku ya 😊

Follow akun wattpad aku khairanihasan biar nggak ketinggalan info update!

Happy reading 💙

Happy reading 💙

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Agra tumbuh dan besar dalam didikan Sultan yang keras. Dari kecil dia hanya mengerti rasa sakit, menahan luka disekujur tubuh sambil tetap melewati hari-harinya seolah tidak mengalami semua tekanan.

Dia kurang mengerti artinya kasih sayang. Cinta, untuk satu kata itu saja sangat sulit untuknya artikan. Jagad dan Ojan sering mengatakan jantung mereka berdebar-debar tidak karuan kalau adik kelas yang sedang mereka taksir jalan di depan mereka. Katanya itu salah satu bentuk cinta. Agra tidak habis pikir, mengapa bisa seperti itu. Selama ini jantungnya hanya berdebar kuat kalau sedang berhadapan dengan ayahnya.

Berhadapan dengan perempuan? Terus jantungnya berdetak tidak normal? Sama sekali belum pernah.

Nevan pacaran sama mantannya karena memang dia menyukai cewek itu. Sakha pacaran dengan Icha karena mengaku menyukai cewek itu. Ketika berpacaran dengan Kia, Agra harus mengakui kalau dia memang hanya melihat dari paras cewek itu yang cantik. Dia memacari Kia hanya sebatas senang melihat wajah itu. Untuk perasaan lainnya, tidak ada. Dia pikir setelah berpacaran, dia bisa merasakan jantungnya berdebar hebat setiap kali menatap cewek itu. Tapi yang terjadi, dia selalu ingin menghindar setiap kali Kia dengan tiba-tiba mencium pipinya.

Dia risih, tapi tidak bisa menunjukkannya. Alasannya karena satu teman laknatnya yang bernama Nevan. Saat pacaran dengan Kia, dia banyak menghabiskan waktu di kantin bersama cewek itu. Kia sibuk mengoceh tentang barang-barang branded dan dia sibuk ngegame. Dia tidak pernah meminta untuk semua temannya mengikuti, tapi Nevan paling semangat jadi pemandu anak-anak Leander agar mengekori ke mana pun dia dan Kia pergi.

Meskipun teman-temannya mengambil tempat duduk yang lain, tapi dia seperti merasa diawasi, lagi-lagi dengan Nevan. Ini sedikit memalukan, tapi begitulah adanya. Agra suka merasa terganggu dengan sikap tiba-tiba Kia yang mengalungkan tangan di lengannya, dia selalu ingin cepat melepaskan setiap saat cewek itu dengan agresif memeluk tubuhnya. Tapi Nevan mengetahui itu, mulut lemes cowok itu langsung berceletuk, ‘tegang banget muka lo, Gra. Takut ketauan guru apa sebenernya risih?’ Karena mulut Nevan, sejak hari itu setiap bersama Kia dia selalu menjadi ajang tontonan gratis teman-temannya yang lain, seolah mereka semua ikut mengawasi.

Garis LukaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang