10 - Kembali ke Sekolah

2.1K 74 3
                                        

Jalan hidup kita memang beda, jika ada kesamaan mungkin kita jodoh—Syahdan Ruiz Alamsyah

•••

"Jadi mulai besok aku udah bisa masuk sekolah lagi, Kak?" tanya Nasya pada lelaki disampingnya yang tak lain dan tak bukan kakak kakak kandungnya sendiri, Rifkal.

Rifkal mengangguk. "Iya, lo seneng nggak?"

"Seneng banget,"

"Yaudah gue mau ke bawah dulu,"

"Iya,"

Sepeninggalan Rifkal, Nasya langsung menghela nafasnya. Merasa lega saja, akhirnya keadilan berpihak padanya juga.

Ia tak akan memberitahu Leo, Selli, maupun Lala tentang hal ini. Biarlah esok hari menjadi kejutan tersendiri bagi mereka.

Oh iya satu lagi, Nasya hampir lupa pada Azar. Kira-kira lelaki itu baik-baik saja atau malah sebaliknya? Ah, Nasya tidak tahu.

Sungguh demi apapun Nasya tak sabar akan hari esok. Selain ingin menemui Leo, Selli, dan Lala, Nasya juga sangat merindukan Azar. Meskipun Nasya tahu jika lelaki itu tak akan merindukannya kembali.

Melihat jam yang terus berjalan dan hari semakin malam, akhirnya Nasya memutuskan untuk menata jadwal pelajarannya, jika sudah selesai maka Nasya akan bergegas tidur lebih awal. Ya, semoga saja hari esok benar-benar tidak ada lagi luka, Nasya berharap seperti itu.

•••

Pukul 06.00 Nasya sudah selesai bersiap. Hatinya sejak semalam terasa menghangat. Inilah yang ia tunggu-tunggu, yaitu kembali ke sekolah, meskipun Nasya tak tahu bagaimana nantinya keadaan disana. Masihkah sama atau sudah berbeda?

Nasya menuruni anak tangga dengan semangat penuh. Namun, sampai di bawah ternyata ia tak melihat siapapun. Mereka pasti meninggalkannya lagi. Apakah seperti ini rasanya setelah diterbangkan lalu dijatuhkan?

"Bi, yang lainnya kemana ya?" tanya Nasya seraya menggeret satu kursi.

"Pada pergi, Non. Den Rifkal barusan langsung ke kampus, kalo Den Darel berangkat ke sekolah. Kalo Bapak sama Ibu mah, Bibi nggak tau." jawab Bi Siti.

Nasya mengangguk paham. Tidak kaget dengan keadaan seperti ini. Karena setiap hari Nasya selalu melakukan apa-apa sendiri tanpa mereka.

Setelah selesai sarapan Nasya segera pamit pada Bi Siti. Bagaimanapun Bi Siti sudah Nasya anggap seperti ibunya sendiri.

"Nasya berangkat dulu, Bi. Assalamu'alaikum,"

"Waalaikumsalam, hati-hati Non,"

•••

Entah mengapa hari ini siswa-siswi SMA Pelita agak aneh. Ketika Nasya lewat di sepanjang koridor banyak yang menyapanya, seperti lupa akan kejadian beberapa hari lalu yang menimpanya. Apa mungkin namanya bersih dalam waktu secepat ini? Kalau iya, Nasya ingin tahu siapa yang melakukan ini untuknya.

Nasya itu cantik, lelaki mana yang tidak tertarik dengannya? Namun begitu Nasya benar-benar tidak pernah berharap disukai banyak orang karena fisiknya. Hanya satu lelaki yang sangat Nasya inginkan, yakni Azar.

Pertama kalinya Nasya merasakan cinta sesungguhnya hanya di dekat lelaki itu. Dimana ada Azar, disitulah kehidupannya berasa sempurna. Bertemu dengan Azar mampu membuat Nasya lupa akan masalahnya selama di rumah.

Sebelum sampai kelasnya ia menyempatkan untuk berkunjung ke kelas XI Bahasa 4 untuk menemui Azar.

•••

NASYA STORY Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang