Aku yang sedang berusaha mengambil hatimu, namun orang lain dengan tidak sopannya mengambil posisi yang seharusnya adalah milikku—Nasya Viorella Stefanie
•••
Nasya berjalan melewati koridor yang cukup ramai bersama kedua sahabatnya yang berada diantara kanan serta kirinya, Selli dan Lala. Mereka bertiga kemana-mana selalu bersama, baik itu di dalam lingkungan sekolah maupun diluar sekolah.
Tadinya Nasya ingin pergi sendiri ke perpustakaan tetapi Selli dan Lala memaksa, katanya mereka takut terjadi apa-apa dengan Nasya.
Melewati lapangan basket matanya tak sengaja menangkap sosok lelaki yang beberapa bulan terakhir ini sering menolak perasannya.
Lelaki itu sedang bermain basket dengan ketiga temannya dan beberapa siswa kelasnya. Nasya menghentikan langkahnya, matanya sangat terkesima memandang lelaki itu.
Nasya tersenyum dari kejauhan melihatnya yang lagi-lagi memasukkan bola berwarna orange kedalam ring basket.
Gadis itu segera membalikkan badannya membuat Lala dan Selli saling melemparkan tatapan heran. Padahal perpustakaan masih agak jauh dari sini, tapi mengapa Nasya malah berbalik?
"Lo mau kemana, Sya?" tanya Lala menaikkan salah satu alisnya.
"Ke kantin bentar doang," balas Nasya dengan senyuman mengembang. Gadis itu langsung pergi begitu saja dari tempat semula.
"Nggak jadi ke perpus?" Selli duduk di bangku panjang depan kelas X IPA 4 sambil menunggu Nasya kembali.
Lala mengedikkan bahunya acuh, "gatau, Sel. Udah ah, mau lihat kesayangan gue main basket."
"Hah?" beo Selli masih belum mengerti. "Maksud lo?"
Lala menghela nafas kasar lalu jemarinya menunjuk ke arah lapangan di depannya. Ada 10 laki-laki bermain basket disana. Diantaranya ada Azar, Adit, Daniel dan Syahdan. Selli menganggukkan kepalanya, jadi ini alasan Nasya meninggalkannya tadi?
"Sel, tuh ada Syahdan, semangatin gih." ujar Lala terkesan seperti menggoda Selli.
Selli memutar bola matanya malas. "Gila lo?"
Kemudian setelah Lala akan membalasnya lagi Nasya datang membawa satu botol air mineral dengan senyumannya yang tercetak jelas.
Tanpa berkata apapun Nasya segera melangkahkan kaki menuju lapangan di depannya. Namun belum juga dapat selangkah, lengannya ditahan oleh Selli.
"Mau ngapain sih lo?"
Perlahan Nasya menurunkan tangan Selli dari bahunya. Lalu gadis itu menampakkan senyuman tipisnya.
"Mau kasih minuman ini ke Azar,"
"Jangan, Sya! Gue yakin Azar pasti nolak pemberian lo. Jadi mending gausah, minumannya buat gue aja, ya?"
Bukannya apa, niat Selli ini baik. Semuanya juga tahu jika Azar itu suka memperlakukan Nasya dengan kasar. Setiap kalimat yang terucap dari mulutnya pun terkesan menyakitkan bagi siapapun yang mendengarnya. Belum juga sifat sombong yang selalu melekat dalam diri lelaki itu. Ganteng sih tapi sayang sombong!
Namun segala peringatan apapun yang Selli berikan tidak akan mempan. Nasya tetaplah Nasya. Apapun kemauannya akan ia kejar sampai dapat.
"Yaudah gue kesana dulu. Dadah Lala, dadah Selli."
Selli melihatnya yang kian menjauh dari tempatnya untuk menghampiri lelaki sombong itu. Selli kembali duduk di samping Lala sambil memperhatikan Nasya dari sini.
KAMU SEDANG MEMBACA
NASYA STORY
Romance⚠Beberapa part mengadung adegan kekerasan, dimohon bijak dalam menyikapinya⚠ Nasya Viorella Stefanie. Semua mengatakan bahwa cewek itu nyaris sempurna. Nasya itu baik, Nasya itu cantik, Nasya juga pintar. Namun sayangnya seluruh teman sekelasnya men...
