Aku akan tetap mencintaimu, meskipun orang lain telah merusak nama baikmu—Azardian Pamungkas
•••
Nasya mengurung diri, tak berani keluar walaupun sekedar menatap mata Rifkal. Ia menggigit jari tengahnya kuat-kuat. Takut jika Rifkal marah besar.
Ia memegangi kepalanya yang terasa sakit. Kejadian sekitar dua jam lalu, sungguh berputar bagai kaset rusak. Bahkan Nasya masih ingat betul ucapan dua lelaki brengsek itu.
Entah seperti apa keadaannya waktu Rifkal membawa pulang adiknya itu. Nasya rasanya frustasi, mengingat jika dirinya hampir di lecehkan.
"ARGGHHH!!!" Nasya menjerit dengan tangisan yang cukup pecah. Bahkan ia bisa disebut seperti orang yang terkena gangguan jiwa.
Mendengar itu, Rifkal semakin khawatir dibuatnya. Ia lalai dalam hal menjaga. Seharusnya Rifkal tak membiarkan Nasya pulang sendiri. Demi apapun, Rifkal sangat merutuki kebodohannya.
Lalu Rifkal dikejutkan dengan suara pecahan benda yang cukup keras. Iya, Nasya telah memecahkan guci merah pemberian Helen, Mamanya.
Bahkan sebelum itu, Nasya membenturkan kepalanya berulang kali. Ia ingin melupakan kejadian buruk yang menimpanya.
Memang tak terjadi apapun dengan Nasya. Tetapi mereka telah melakukan percobaan pemerkosaan terhadap dirinya. Tentu hal tersebut membuat gadis itu trauma berat.
Rasanya pikiran Nasya telah buntu. Ia mengambil pecahan guci, ingin memotong urat nadinya. Untuk apa Nasya hidup lagi?
Isakan semakin terdengar. Rifkal akhirnya mendobrak paksa pintu kamar tersebut. Nafasnya seakan berhenti ketika melihat keadaan Nasya.
Dengan cekatan, Rifkal menampik pecahan guci di tangannya. Lelaki itu membawa Nasya ke dalam pelukannya. Apa yang Nasya rasakan pasti menyakitkan. Dan Rifkal tahu itu.
"Tenang, ada Kakak disini. Kamu aman, Sya." ujar Rifkal mencoba untuk menenangkan.
•••
Pagi ini suasana koridor terlihat ramai. Seluruh siswa-siswi menatap aneh ke arah Nasya. Beberapa diantaranya ada yang mencibir pelan. Ada juga yang terang-terangan mengatakannya. Nasya tak mengerti apa maksud mereka.
"Yang penting viral, harga diri urusan belakang, ya nggak?" ujar seorang gadis berambut sebahu yang diduga teman seangkatannya, Sarin.
"Iya tuh, Rin. Kalau gue malu banget, sih. Secara 'kan dicap pintar sama guru-guru," balas Nile, siswi kelas 12 MIPA 6.
Viral? Maksud mereka apa? Nasya masih tak mengerti.
Kemudian ia membuka ponselnya, mencari aplikasi instagram kabar.smapelita.
kabar.smapelita aduh gaes, mimin ada berita hot nih. Kenal kan sama Nasya Viorella siswi kelas 12 Bahasa 1? Wow! Ternyata dia nggak sepolos yang kita kira lho!!
Nasya membungkam mulutnya. Menahan amarah dalam dada. Matanya memanas melihat foto itu.
Di dalam sana terdapat seorang siswi dengan seragam sekolah yang masih lengkap, berpose cukup mesra dengan dua lelaki yang berada pada kedua sisinya.
Tidak! Ini bukan dirinya. Gadis itu berlari, meninggalkan koridor lantai satu yang penuh dengan cacian pedas dari mereka semua.
Ketika sampai di depan kelas, Nasya bertemu Kevan yang menatapnya penuh kesedihan. Dari matanya bisa disimpulkan jika Kevan ingin mendengar penjelasan dari mulut Nasya secara langsung. Lalu, lelaki itu menghadangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
NASYA STORY
Romantik⚠Beberapa part mengadung adegan kekerasan, dimohon bijak dalam menyikapinya⚠ Nasya Viorella Stefanie. Semua mengatakan bahwa cewek itu nyaris sempurna. Nasya itu baik, Nasya itu cantik, Nasya juga pintar. Namun sayangnya seluruh teman sekelasnya men...
