4

681 92 6
                                        


Mobil Jaemin ikut berhenti, saat mobil di depannya berhenti di depan sebuah Minimarket.

Renjuni menjadi yang pertama turun dan langsung masuk ke dalam Minimarket itu. Jaemin kira, dua orang lainnya juga akan ikut turun, tapi nyatanya mobil itu malah melesat begitu saja.

Jaemin sedikit bingung, kenapa mereka meninggalkan Renjuni yang mau berbelanja sebentar? Itu pikir Jaemin. Dia akan turun dari mobilnya dan akan masuk ke dalam Minimarket itu, tapi saat tangannya baru akan melepas seatbelt, ponselnya tiba-tiba berdering.

Saat Jaemin melihat ID caller nya, senyum Jaemin seketika mengembang dan langsung menggeser icon hijau kemudian menempelkan ponselnya di kuping.

"Halo...eomma~"

Eomma nya yang mendengar suara manja Jaemin, lantas terkekeh di seberang telpon.

"Jaemin-ie coba tebak...eomma sekarang lagi ada dimana?"

"Eomma tentu saja lagi ada di Jepang–ah tunggu! Jangan bilang eomma sudah kembali ke Korea? Apakah benar?"

Nyonya Na tertawa lepas di seberang sana mendengar nada semangat sang anak. Jaemin memang selalu seperti itu, ekspresif.

"Iya...eomma baru sampai satu jam yang lalu...kau kenapa belum pulang? Seharusnya ini sudah jam pulang Sekolah kan?"

Jaemin mengangguk, padahal eomma nya tidak bisa melihat karena ini bukan video call.

"Aku akan pulang sekarang...aku tadi mampir ke Minimarket sebentar eomma."

Jaemin kembali menatap ke arah Minimarket di depan sana. Renjuni belum juga keluar, apakah dia berbelanja sebanyak itu?

"-iya eomma...i love you too."

Setelah ucapan manis itu, terdengar bunyi tut tanda sambungan telpon sudah dimatikan oleh sang eomma. Jaemin memasukkan kembali ponselnya ke kantong celana seragamnya.

Jaemin menatap sekali lagi ke arah Minimarket sebelum dia menyalakan mobilnya dan meninggalkan tempat itu.

Di perjalanan pulang, Jaemin terus memikirkan tentang Renjuni. Tentang gambar pada buku sketsa gadis itu, tentang julukan-julukan yang selalu disematkan oleh anak-anak di Sekolah untuknya.

Semuanya terasa rumit di pikiran Jaemin, dia berpikir tidak seharusnya dia memulai langkah ini. Karena  kalau sudah terlanjur, dia akan sulit untuk menghentikan dirinya suatu saat nanti.
Dia seharusnya tidak perlu masuk ke dalam cerita gadis itu, karena entah cerita apapun tentangnya, Jaemin tidak memiliki bagian di dalamnya.

Jaemin akhirnya sampai di rumahnya. Rumah megah dengan cat berwarna putih.

Saat dia turun dari mobilnya, para pelayan langsung menunduk hormat. Jaemin berjalan masuk dan menemukan eomma nya yang sedang duduk si sofa ruang keluarga.

"Aku sangat merindukan eomma..."

Wanita yang berusia sekitar 40 tahun lebih itu berjengkit kaget saat tubuhnya dipeluk dari belakang.

"Na Jaemin! Kau ini mengagetkan eomma saja!"

Jaemin melepas pelukannya dan duduk di samping sang eomma, dia menyandarkan kepalanya pada bahu yang terasa sangat nyaman itu.

"Appa juga ikut pulang?"

Tangan halus wanita itu terangkat untuk mengelus rambut sang anak.
Jaemin yang diperlakukan seperti itu merasa nyaman, dia memejamkan matanya.

"Appa masih ada urusan...belum bisa pulang dalam waktu dekat ini."

Jaemin menghela napasnya, "jadi? Eomma pulang sendiri?"

Little Monster//JaemrenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang