39. Dendam Lama

349 36 8
                                        

Sa Hyeon dan Hye In berjalan di lorong menuju kelas mereka. Saat hendak berbelok menuju tangga, Hye In tiba-tiba berhenti.

"Ah Sa Hyeon~ah, kamu pergi saja ke kelas lebih dulu, aku mau ke toilet sebentar."

"Apa kamu mau aku temani?"

"Micheosseo? Dasar mesum-."

"Ya! Aku bukan mesum, aku hanya takut terjadi sesuatu padamu."

"Memangnya aku anak kecil? Aku bisa menjaga diriku sendiri tenang saja, sana masuk ke kelas."

"Hahahaha baiklah, sampai ketemu di kelas ya" Sa Hyeon melambaikan tangannya dan pergi menuju kelasnya. Begitu pula dengan Hye In yang bergerak menuju toilet.

Dalam perjalanan menuju toilet, dirinya melihat segerombolan anak yang tidak asing sedang berjalan menuju ke suatu tempat.

"Mau kemana mereka?" Tanya Hye In pada dirinya sendiri kemudian memilih untuk mengikuti anak-anak itu. Setelah melewati lorong sekolah, akhirnya mereka sampai di gudang sekolah, ya tempat dimana Hye In dulu dikuncikan oleh anak-anak tersebut.

"Kenapa mereka pergi kesini? Ah sebaiknya aku bersembunyi disini supaya tidak ketahuan,"ujarnya kemudian ia menuju tumpukan kursi yang ada di dekatnya.

"Itu.. Joo Seok Hoon, Joo Seok Kyung, Yoo Jenny, Lee Min Hyuk, Ha Eun Byeol?" Hye In memperhatikan orang-orang yang sedang berkumpul di ujung gudang, ketika ia kembali memperhatikan gerombolan itu, ada satu orang yang membuatnya sangat terkejut.

"Omo! Ma Doo Ki Ssaem?" Ujar Hye In. Matanya membulat tak percaya mendapati Pak Ma Doo Ki membalikkan badannya.

"Kenapa beliau ada disini? Bersama dengan anak-anak itu? Eh sebentar, sepertinya ini bisa jadi senjataku untuk melawan mereka. Oke, aku rekam saja lah." Hye In mengambil ponsel yang berada di kantong sakunya dan mulai merekam.

"Aedeuraa~ ini adalah soal-soal ujian yang akan keluar selama seminggu kedepan. Pelajari baik-baik okay? Oh iya, dan ingat kalau misalnya ada yang bertanya bilang saja kalian mendapatkan ini dari hagwon kalian, arasseo?" Ujar Pak Ma dengan nada melengking khas miliknya sembari memberikan soal berbentuk buku seperti yang biasanya didapatkan di hagwon.

 Pelajari baik-baik okay? Oh iya, dan ingat kalau misalnya ada yang bertanya bilang saja kalian mendapatkan ini dari hagwon kalian, arasseo?" Ujar Pak Ma dengan nada melengking khas miliknya sembari memberikan soal berbentuk buku seperti yang bias...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Ya seperti inilah bentukannya)

"Ah ssaem, kenapa tidak memberi kami versi softcopy saja? Kan lebih praktis." Min Hyuk mengeluh setelah menerima buku dari Pak Ma.

"Min Hyuk~ah, aku tahu jika ku beri kalian dalam bentuk file kau takkan membacanya. Bentuk file juga berisiko bocor ke orang lain. Sudah jangan banyak protes atau aku tarik lagi bukumu?" Pak Ma ingin menarik buku Min Hyuk, namun dengan sigap Min Hyuk memeluk bukunya.

"Aniyo ssaem, algesseoyo," ucapnya sambil mengelus-elus buku itu.

"Oke kalau begitu aku pergi dulu. Kalian berhati-hatilah supaya tidak ada yang curiga." Pak Ma kemudian melihat kanan dan kiri, setelah memastikan situasi aman ia pun pergi meninggalkan anak-anak itu.

PRECIOUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang