"Selama ini aku sudah buta terhadap semuanya sampai aku harus kehilangan" -Shim
"Aku benci diriku sendiri karena lemah dan tak bisa menjaganya"-Joo
"Aku adalah manusia terbodoh di dunia"-Hoon
"Keberadaan orang memang akan berarti ketika ia sudah tia...
Su Ryeon saat ini duduk di sofa setelah mengobrol dengan putrinya. Kemudian ponselnya berdering. Ia mengambilnya dan mengangkat panggilan tersebut.
"Yeoboseyo.."
"Yeobo, aku sudah sampai di rumah dengan anak-anak. Aku akan mandi sebentar kemudian menjemputmu, ya?"
"Ani.. yeobo.. aku ingin menginap disini menemani Hye In. Bolehkah?"
"Ah begitu, tentu saja. Hye In bagaimana? Aku merasa bersalah telah memarahinya tadi."
"Dia sedang ada di toilet sekarang."terdiam sejenak "yeobo..."
"Wae? Apa ada masalah?"
"Anida.. kau jangan lupa untuk makan malam yeobo. Sampaikan maafku pada anak-anak karena hari ini tak bisa makan malam bersama. Nanti aku akan mengirim pesan pada mereka."
"Algesseo, kau juga jangan lupa makan malam okay? Saranghae.."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seok Hoon dan Seok Kyung menuruni tangga dan menemukan appanya sedang duduk di meja makan. Mereka berjalan menuju meja makan dan duduk disana.
"Appa, dimana eomma? Bukannya tadi appa bilang akan menjemput eomma?"
"Ah ya, tadi appa menelepon eomma, katanya eomma ingin menemani Hye In malam ini. Eomma meminta maaf pada kalian tak bisa makan malam bersama. Kalian tidak masalah kan?"
Jujur saat mendengar itu sebenarnya Seok Kyung merasa sangat muak dan rasanya ingin berteriak dan menghancurkan barang disekitarnya. Namun ia menahan itu semua agar apa yang ia rencanakan bisa berjalan lancar.
"Ah begitu appa, tentu saja tidak, kasihan dia kalau harus tidur sendirian di rumah sakit, ya kan oppa?" Seok Kyung menoleh ke arah Seok Hoon.
"Iya appa, tidak masalah."
"Baguslah kalau begitu. Sekarang mari kita makan."
Akhirnya mereka menyantap makan malam yang sudah disediakan okeh Ms. Yang. Setelah selesai makan Seok Hoon dan Seok Kyung berdiri.
"Appa, kami sudah selesai makan. Kami ingin naik dan belajar." Ucap Seok Hoon.
"Baiklah, belajar dengan tekun ya, jangan tidur terlalu larut. Appa sayang kalian." Mengusap kepala kedua anaknya itu. Kemudian Seok bersaudara berjalan menuju kamarnya.
Dan Tae menuju ke ruang kerjanya. Ia masuk dan duduk di mejanya karena harus mengurusi beberapa proposal untuk pembangunan real estate yang akan di laksanakan. Saat tengah membaca file-file yang ada di depannya, ponselnya berdering.
"Yeoboseyo Hyung.. maaf aku mengganggumu malam-malam seperti ini.."