"Selama ini aku sudah buta terhadap semuanya sampai aku harus kehilangan" -Shim
"Aku benci diriku sendiri karena lemah dan tak bisa menjaganya"-Joo
"Aku adalah manusia terbodoh di dunia"-Hoon
"Keberadaan orang memang akan berarti ketika ia sudah tia...
Sa Hyeon dan satpam pun berlari menuju gudang. 5 menit kemudian mereka sampai di depan gudang. Pak Satpam sedang mencari kunci yang digunakan untuk membuka gudang.
"Joo Hye In! Kau masih didalam kan?! Pak apakah tidak bisa lebih cepat?!"ucap Sa Hyeon karena pak satpam sangat lama menemukan kuncinya.
"Sebentar.. nah ini dia!"Pak Satpam kemudian membuka kunci dan akhirnya pintu gudang terbuka.
"Ya! Joo Hye In!" Teriak Sa Hyeon.
Sa Hyeon mendekati Hye In dan menepuk pipinya. "Ya, Joo Hye In! Sadarlah!" Tak kunjung sadar akhirnya Sa Hyeon menggendong Hye In dan membawanya ke ruang kesehatan sekolah.
Saat sampai ia buru-buru menidurkan Hye In di ranjang dan memanggil guru kesehatan.
"Kenapa dia bisa pingsan?"tanya guru kesehatan.
"Saya tidak tahu, saat saya menemukannya dia sudah pingsan."
"Baiklah aku akan memeriksanya dulu."
"Bagaimana bu?"tanya Sa Hyeon cemas
"Dia demam. Setelah bangun nanti tolong berikan dia obat ini."memberikan obat dan pergi meninggalkan Sa Hyeon.
"Nee seonsaengnim kamsahabnida"Sa Hyeon membungkuk sopan kemudian duduk di tepi ranjang Hye In. Ia hanya memandanginya. Tak lama kemudian ia melihat tanda-tanda pergerakan dari Hye In yang menandakan bahwa ia sudah sadar
"Oh , Joo Hye In.. gwenchana?"
"Ugh.. aku dimana?"tanya Hye In sambil memegang kepalanya yang masih merasakan pusing.
"Kau di ruang kesehatan. Apa yang terjadi padamu? Bagaimana kau bisa terkunci di dalam gudang?"
"Ah.. aku..." berpikir sejenak, karena tak mungkin ia mengaku kalau ia dikunci oleh Seok Kyung dan teman-temannya. "aku hanya iseng masuk ke gudang karena aku ingin melihat isinya dan saat akan keluar aku malah terkunci."
Hye In berbohong.
"Kau ini... memang unik ya.."ucap Sa Hyeon sambil tersenyum kepada Hye In.
"Mwo?"
"Ah tidak.. tidak. Ayo aku akan mengantarmu pulang."
"Tak usah, aku bisa pulang sendiri."
"Eeiii, kau itu habis pingsan. Mana mungkin aku membiarkanmu pulang sendirian?"
"Sebenarnya.. aku tak ingin pulang ke rumah sekarang. Aku ingin pergi ke suatu tempat."
"Kau mau kemana? Aku akan menemanimu! Jangan membantah oke?!"
"Arasseo.."
Sa Hyeon membantu Hye In bangun dari ranjang dan kemudian pergi.
.
.
.
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.