"Kau! Beraninya memfitnah putriku! Kalau sudah bersalah akui saja kesalahanmu! Kau benar-benar gadis yang mengerikan!"
"Cheon Seo Jin Gyojangnim!"teriak Su Ryeon.
Lalu tiba-tiba ada seorang siswa yang memasukin ruang komite.
"Annyeonghaseyo, saya memiliki video kejadian yang sebenarnya pada hari itu."
Semuanya terkejut dengan kehadiran tiba-tiba Ro Na. Wajah Eun Byeol langsung terlihat gelisah.
"Saya siswa kelas 1 tahun ke-2 Bae Ro Na. Saya disini mengajukan diri sebagai saksi atas kejadian yang menimpa Eun Byeol. Saya akan tunjukkan videonya." Ro Na menyerahkan video tersebut kepada salah satu staff yang ada disana. Lalu ia duduk dan mulai menceritakan apa yang ia lihat dan dengar.
"Saat itu saya sedang berjalan menuju kelas saya. Lalu saya melihat Eun Byeol menarik Hye In ke arah tangga. Mereka berdebat, lalu saat Hye In turun, Eun Byeol hendak mendoronya namun malah terjatuh sendiri. Semuanya sudah jelas di video itu."
Staff menayangkan video itu di layar.
Semua orang yang ada di sana terkejut melihat video yang Ro Na rekam.
Su Ryeon menatap ke arah Hye In sambil memegang tangannya.
"Buktinya sudah jelas kan? Bahwa uri Hye In tak mungkin mendorong Eun Byeol. Malah Eun Byeol yang ingin mencelakai Hye In."
Ucap Su Ryeon menatap tajam kepada Ms. Cheon dan Eun Byeol.
Eun Byeol hanya bisa panik. Ms. Cheon yang malu dengan anaknya hanya bisa menatapnya dan diam.
"Baiklah.. karena bukti sudah jelas, kami memutuskan untuk memberi hukuman pelayanan masyarakat selama 30jam untuk Eun Byeol."Ucap kepala komite melihat Eun Byeol.
"Dan untuk Hye In, aku dengar dari guru kelasmu beberapa kali kau membolos pelajaran. Karena itu, kau juga aku hukum untuk melakukan pelayanan masyarakat selama 10jam."
Dan Tae dan Su Ryeon menatap Hye In karena tak percaya bahwa Hye In beberapa kali membolos.
"Ne.. algesseubnida(saya mengerti)" ucap Hye In kemudian melirik Ro Na yang tersenyum padanya.
Semua orang keluar dari ruangan tersebut. Eun Byeol menatap sini kepada Ro Na dan Hye In. Lalu pergi meninggalkan mereka bersama ibunya.
"Ro Na haksaeng..." Su Ryeon memanggil Ro Na, ia kemudian berbalik.
"Ne?"
"Gomawo, karena sudah membantu Hye In tadi." Ucap Su Ryeon sambil tersenyum hangat kepada Ro Na dan memeluk Hye In.
"Anieyo, saya hanya memberitahukan apa yang saya lihat. Hye In memang tidak bersalah jadi saya harus memberitahukannya." Ucap Ro Na sambil tersenyum.
"Sekali lagi terima kasih." Ucap Dan Tae.
Kemudian Ro Na membungkuk dan meninggalkan mereka.
"Joo Hye In.."panggil Dan Tae. Hye In menoleh ke arah Dan Tae, istrinya pun begitu.
"Maafkan aku karena sempat meragukan mu." Kata Dan Tae menyesal. Su Ryeon hanya memeluk Hye In.
"Gwenchanayo.. saya juga minta maaf, karena sudah membolos sekolah. Ah ya, saya permisi dulu karena ada urusan."
"Baiklah, tapi ingat saat pulang sekolah, kau harus langsung pulang,ya? Aku akan menunggumu di rumah." Su Ryeon tersenyum dan mengelus kepala Hye In. Dan ajaibnya, Hye In tidak menepisnya hari ini.
"Ne.. algesseubnida." Ucap Hye In membungkuk dan tersenyum tipis, lalu ia pergi. Dan Tae merangkul istrinya dan mereka tersenyum melihat Hye In.
"Yeobo.."panggil Dan Tae. Su Ryeon menoleh ke arah suaminya. Dan Tae memposisikan badan Su Ryeon menghadap dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PRECIOUS
Fanfiction"Selama ini aku sudah buta terhadap semuanya sampai aku harus kehilangan" -Shim "Aku benci diriku sendiri karena lemah dan tak bisa menjaganya"-Joo "Aku adalah manusia terbodoh di dunia"-Hoon "Keberadaan orang memang akan berarti ketika ia sudah tia...
