Bel pulang berbunyi membuat siswa siswi bersorak gembira. Beribu langkah kaki melangkah meninggalkan halaman sekolah.
Lovania merapikan alat tulisnya kemudian beranjak dan melangkah meninggalkan kelas tanpa berbicara sepatah kata pada ketiga bestie nya.
"Vania kenapa sih?" Alika jengah melihat tingkah satu teman nya itu.
Risella menggidikkan bahunya, beda hal nya dengan Valisha. "Kayaknya Vania benci banget sama gue" gumamnya.
"Emang apa terjadi diantara kalian berdua?" tanya Alika.
"Gue gatau Al, kemarin perasaan baik baik aja" ujar Valisha.
Risella mengusap punggung Valisha. "Gak usah dipikirin ya Sha. Gue yakin Vania besok gak bakal bersikap kayak tadi" Valisha mengangguk.
"Yaudah yuk balik"
Ketiga gadis itu berjalan beriringan. Baru saja satu langkah keluar kelas, ketiga nya dikejutkan oleh kedatangan Radha yang begitu tiba tiba.
"Ayok Al" ujar Radha.
"Gue duluan ya" Alika berdadah dadah kepada kedua gadis itu.
"Bye Hati hati Al" ujar Risella.
Risella dan Valisha berjalan menuju parkiran. "Lo bareng gue atau gimana Sha?" tanya Risella.
"Gausah deh Ris. Gue udah bilang sama Pak Asep buat jemput, kan kasian kalo harus muter balik" ujar Valisha.
"Oke. Yaudah gue duluan"
"Hati hati Ris"
Setelah kepergian Risella, Valisha berjalan menuju gerbang utama. Ia akan menunggu Pak Asep disana.
"Pak Asep lama banget sih" keluh Valisha.
Tiba tiba suara notifikasi dari ponsel membuatnya harus merogoh ponsel yang berada di saku seragamnya.
Pak Asep
aduh neng maap bapak kyk nya ga bisa jemput deh soalnya ban mobil tiba tiba kempes.
eneng naik taksi aja ya
"Haduh mana ada taksi jam segini" Valisha menoleh ke kanan dan kiri jalan mencari cari taksi.
Brum!Brum!
Suara deruan motor membuat Valisha menoleh. Netra cokelatnya menelisik siapakah pengendara motor tersebut. Dari motornya Valisha sudah bisa menebak itu siapa. Panca Estiawan.
Cowok itu membuka helm nya kemudian merapikan rambutnya dengan menyugar kebelakang. "Ngapain masih disini?nggak pulang?"
"Iya Kak. Nunggu taksi hehe" ujar Valisha.
"Bareng gue aja yok" ajak Panca.
"Nggak ngerepotin Kak?" tanya Valisha hati hati.
"Nggak kok Sha. Tapi temenin gue beli kado ke Mall dulu ya" ujar Panca.
Valisha mengangguk sebagai jawaban.
¤•¤•¤•¤
Lovania sedang melamun di taman yang banyak sekali orang berlalu lalang disana. Tatapan gadis berambut sebahu itu kosong. Ia galau.
Sementara disisi lain, Gala sedang membeli telur gulung ditaman. Ia membeli di angkringan tempat ia, Panca dan Azriel nongki.
"Telur gulung 10 dong Teh" pinta Gala sambil duduk dikursi.
"Bayar kan ini?" tanya Teteh Sari.
Gala nyengir sambil merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan uang lima ribu. "Yahh cuma punya 5k doang. Yang 5k lagi catet aja Teh" ujarnya tanpa dosa.
KAMU SEDANG MEMBACA
831 My Senior! || END
Teen FictionFOLLOW DULU SEBELUM BACA⚠️ Tentang sepasang siswa-siswi SMA Januar yang dipertemukan dengan suasana yang bisa dibilang menjengkelkan. Risella yang salah sen dan Azriel yang nyolot. Namun, siapa sangka disetiap insiden membuat keduanya semakin dekat...
