Sekarang Caca sedang duduk di salah satu bangku kantin. Sudah hampir dua minggu ia bersekolah dan baru pertama kali gadis itu menginjakkan kakinya di kantin. Ini juga karena paksaan teman barunya— Syeina dan Varena.
"Lo kenapa demen banget bawa bekal? Sekali-kali jajan di kantin dong," ucap Varena disela makannya. Gadis itu tadi memesan mie ayam.
"Hemat gue," jawab Caca sekenanya.
Varena mendelik, "Mana ada orang hemat makan sebanyak lo."
Setelah mengahabiskan makanannya, Varena langsung memandang lekat ke arah Caca, "Car, lo tuh sebenernya cewek rakus atau emang setiap hari kelaparan?"
"Hah?" Caca yang fokus pada ponselnya langsung menatap Varena bingung, "Emang makan gue sebanyak itu?"
"Gak nyadar lo?!" sinis Varena. "Nih ya, setiap hari lo itu makan sandwich sama susu sebelum masuk, istirahat pertama lo biasa makan buah kalau gak capcay sama nyemil snack, dan sekarang nih lo makan berat masih ditambah susu lagi sama snack."
Caca terkekeh, "Lo merhatiin gue banget kelihatannya."
"Gimana gue gak merhatiin ya, lo tuh makan segambreng tapi badan lo kayanya segini-segini aja. Ya emang sih badan lo berisi, tapi tetep aja gue bingung. Makanan lo lari kemana sih?" tanya Varena menyelidik.
"Lari ke dada sama pipi tuh," jawab Syeina dengan mengedikkan dagu.
Jawaban Syeina membuat Caca langsung menutupi dadanya dengan tangan karena pandangan kedua temannya langsung ke arah tersebut. Syeina ini emang polos-polos anying. Muka doang polos, tapi kelakuan bisa buat orang mengelus dada.
"Syeina mulut lo," ketus Caca mendengar ucapan temannya yang sedikit keras.
Varena manggut-manggut, "Bener juga kata lo Syei. Di tambah lo ketolong tinggi juga sih, Car."
Iya, lari kedada. Jadi susu! batin Caca kesal.
Dengan wajah serius, Syeina tiba-tiba mengajak kedua temannya menunduk, "Car, lo pakek minyak bulus ya?" tanya gadis itu tanpa dosa.
Caca langsung menoyor kepala Syeina, ia kira akan mendengar hal yang serius. Malah nanya minyak bulus.
"Kenapa kalo Cara pakai minyak bulus, lo pengen juga Syei?" tanya Varena agak kesal.
Syeina mengangguk polos lalu menyengir, "Iri gue sama kemontokan lo. Ukuran lo tuh gak kaya anak remaja pada umumnya."
"Ck. Udah ah, ngomongin gue mulu!" ketus Caca.
Varena langsung mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan postingan di intagram, "Yaudah nih kita ngomongin aja kafe baru di deket kampusnya abang gue."
"Baru buka itu? Banyak diskon dong?" tanya Syeina berbinar.
"Iya, baru buka kemarin kalau gak salah. Diskon lima puluh persen, selama tiga minggu. Mantab gak tuh."
"Abang lo kuliah dimana emang?" tanya Caca.
"Di Universitas Kertawijaya."
Caca kaget, itu kampusnya Regan. Berarti kafe yang di maksud ini adalah kafe milik Ardi dan pacarnya.
"Kenapa lo? Kaget abang gue sepinter itu, bisa masuk Kertawijaya?" ucap Varena sombong.
Gadis itu langsung merubah ekspresinya menjadi datar, "Abang lo yang pinter, bukan lo! Gak usah sombong. Suami gue juga kuliah disitu asal lo tau," ucap Caca ketus, tentu di kalimat terakhir hanya ia ucapkan dalam hati.
"Paling dulu bang Varel nyogok bisa kuliah di situ," balas Syeina santai.
"Heh!" Varena langsung menjitak kepala Syeina keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
CARAMELLA [Sudah Terbit]
RomanceSequel Regantara. After they have Elysian and Averly. Baca dulu cerita Regantara biar paham tokohnya! Menjadi orang tua ternyata tidak semudah bayangan, banyak hal yang dilalui Caca sebagai seorang ibu muda. Tangis, bahagia, sedih, dan senang. Begit...
![CARAMELLA [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/288440223-64-k226551.jpg)