Diterkam

27.9K 2.2K 901
                                        


Caca berjalan sedikit malas memasuki kelasnya. Badannya terasa remuk, tetapi ia tak bisa membolos karena beberapa hari yang lalu sudah ijin sewaktu bayinya sedang sakit.

Varena mengernyit bingung dengan tingkah Caca, "Kenapa lo? Abis jatuh?"

Syeina yang awalnya fokus dengan ponsel lalu ikut meneliti tubuh Caca dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tidak ada yang lecet sama sekali, "Varena ngigo deh, jelas-jelas Caramel gak ada lecet atau memar," cibir Syeina.

Caca sudah duduk anteng di mejanya. Ia berusaha untuk tidak terlihat mencurigakan, "Gue gakpapa," ucapnya santai seperti biasa.

Varena yang sudah membalik tubuhnya ke belakang langsung memicing, "Gakpapa dari mane? Mata lo aja begini kaya orang kaga tidur setahun, muka lo juga kelihatan capek banget, yang terakhir nih, jalan lo aneh sumpah," celetuk gadis itu panjang lebar.

Caca memutar bola mata malas saat Syeina tampak menelitinya dengan serius, wajah gadis itu juga nampak berpikir keras, "Biasa aja lo lihatin guenya!" ketus Caca.

"Cara mah, orang lagi di observasi juga," gerutu Syeina dengan bibir cemberut.

"Gue tabok lo ya, Syei, kalau sok imut begitu. Jijik gue!" timpal Varena dengan nada tinggi, seperti biasa, si tukang emosian memang begitu.

Syeina berdecak kesal, menendang-nendang kecil kursi yang di duduki Varena. Gadis itu seolah ingin menjambak rambut Varena, "Syeina kesel nih ya!"

"Bodo!"

"Naaaaaaaa," teriak Syeina kesal.

Caca sedikit bernapas lega karena kedua temannya itu mulai teralihkan dan malah berantem sendiri. Getaran pada ponselnya mengalihkan atensi Caca.

MyR♡
Sayang, dmn?
Maaf.
Jng mrh :(

"Lah, siapa juga yang marah?" gumamnya bingung. "Kenapa juga gue harus marah ya?" lanjutya bermonolog.

Di sekolah dong
Kenapa minta maaf?
Aku gak marah, Papa ♥

Caca terkekeh dengan tulisannya sendiri yang ia kirim kepada Regan. Varena dan Syeina yang sudah selesai berdebat memperhatikan Caca dengan bingung.

"Beneran jatuh deh keknya, Na?" celetuk Syeina keheranan.

"Hah?"

"Tuh otaknya Caramel geser. Jadi senyum-senyum sendiri," balas Syeina dengan sedikit bergidik ngeri.

Caca jelas mendengarnya, gadis itu memandang datar ke arah Syeina, "Mau gue geser juga otak lo?!" tanya Caca ketus.

"Gue bantuin, Car," timpal Varena dengan tersenyum culas. Syeina langsung melotot, memasang aura permusuhan kepada dua temannya itu.

Varena sudah kembali fokus kepada Caca, "Lo beneran gak habis jatuh, Car?"

Caca menggeleng membuat Varena kembali bertanya, "Terus habis kenapa? Sampe jalan lo begitu?"

"Habis diterkam singa ngamuk," timpal Caca ngasal.

Perdebatan mereka terhenti saat guru datang. Pelajaran di mulai, semua fokus dengan pelajaran. Berbeda dengan Caca yang harus menahan kantuknya. Memang ia baru tidur dua jam.

Semua bermula karena semalam ketika pulang dari kampus, Regan menjadi aneh. Sampai di rumah, lelaki itu langsung masuk ke kamar mandi.

CARAMELLA [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang