"Car, lo ih gak pernah ikut jalan bareng sama kita atau belajar bareng di rumah Varena," ucap Syeina sebal. Memang gadis itu sering mampir ke kafe atau mall setelah pulang sekilah.
"Iya. Mana minggu depan kan kita ada tryout. Belajar bareng kek, di rumah lo juga gakpapa," timpal Varena.
Caca meringis mendengar ucapan kedua temannya. Jalan-jalan setelah pulang sekolah jelas Caca tidak bisa karena Regan juga harus kuliah, dan lagi, Caca tak mungkin meninggalkan anaknya lebih lama lagi.
Dan apa tadi, belajar bersama di rumah Caca? Itu sangat tidak mungkin. Bisa-bisa semua rahasianya terbongkar, "Aduh gimana ya, gue nih gak bisa yang begitu-begitu. Gue harus cepet pulang."
"Ck. Lo anak strict parent? Gue deh yang bilang sama bokap lo nanti," bujuk Varena bersemangat.
"Emm, aduh, bokap gue galak banget sumpah. Jadi cari aman aja deh gue."
Syeina memajukan bibirnya, "Yaudah ke rumah lo aja Car. Masa gak boleh sih main ke rumah lo?"
"Ikut gue." Reyhan datang tiba-tiba langsung menyeret Caca pergi.
"Heh! Temen gue mau lo bawa kemana?!" pekik Varena ikut brrdiri ingin mengejar.
Reyhan berhenti, ia menoleh kebelakang, "Jangan ngikutin gue!" sinisnya. Caca sendiri berusaha melepaskan diri tapi tidak bisa. Caca mengangguk pelan kepada kedua temannya yang menatapnya khawatir.
"Aduh, lepasin gue!" pekik Caca di sepanjang jalan. Jelas mereka menjadi pusat perhatian. Kapan lagi melihat Reyhan yang biasa anti dengan perempuan malah menarik anak baru.
"Apa-apaan sih lo!" ketus Caca setelah terlepas dari tangan Reyhan. Mereka berdua berada di lorong dekat gudang, "Ngapain lo bawa gue kesini?!"
Reyhan bersedekap dada, menyenderkan punggungnya di pilar, "Gue butuh kepastian. Anak gue butuh asi."
Caca berdecak kesal, "Selama ini lo dapet asi 'kan dari rumah sakit. Kenapa sekarang lo minta dari gue?"
"Rumah sakit udah mau stop ngasih asi, Erio udah 10 bulan," balas Reyhan santai.
"Yaudah kasih sufor aja!" kesal Caca. Ia memang marah karena Reyhan ini semena-mena dan seenaknya sendiri.
Reyhan diam, lelaki itu memandang ke arah Caca. Bukan pandangan mengintimidasi, tapi seperti sendu walau tertutupi mata tajamnya. Caca paham atas itu karena sudah menjadi pawang manusia kulkas seperti Regan.
Merasa tidak enak, Caca langsung berdehem, "Gue bisa-bisa aja ngasih asi buat Erio. Tapi ada beberapa syarat buat jadi kesepakatan, dan suami gue minta dibuat di atas materai."
"Suami lo minta duit berapa?" tanya Reyhan dengan wajah sinis.
Raut wajah Caca berubah menjadi datar, "Suami gue gak butuh duit lo, dan lagi, asi gue gak ternilai harganya. Mau lo kasih semua duit lo, itu gak akan cukup! Gak usah sombong!"
Reyhan langsung mencekal tangan Caca yang ingin beranjak, "Sorry, gue gak bermaksud kaya gitu."
"Satu hal yang harus lo tau. Segalanya emang butuh duit, tapi ada hal yang gak bisa lo beli pakai duit lo yang banyak itu," ketus Caca penuh emosi. Caca maju satu langkah mendekat ke arah Reyhan, "Jangan berani-beraninya lo ngrendahin suami gue! Karena lo, gak ada apa-apanya dibanding dia. Ngurusin satu anak aja lo gak becus!"
Caca melenggang pergi dengan menabrak bahu Reyhan keras. Ia benar-benar marah dengan ucapan Reyhan yang terkesan merendahkan Regan. Pantas saja Reyhan di juluki manusia hot, memang ucapannya bikin panas dan naik darah.
.caramella.
Caca keluar kelasnya bersama Varena dan Syeina. Mereka berjalan beriringan. Ramai para siswa yang ingin pulang membuat Caca sesekali berdecak sebal karena tidak sedikit yang menabraknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CARAMELLA [Sudah Terbit]
RomanceSequel Regantara. After they have Elysian and Averly. Baca dulu cerita Regantara biar paham tokohnya! Menjadi orang tua ternyata tidak semudah bayangan, banyak hal yang dilalui Caca sebagai seorang ibu muda. Tangis, bahagia, sedih, dan senang. Begit...
![CARAMELLA [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/288440223-64-k226551.jpg)