Kurang Beruntung

22.1K 2.1K 942
                                        


Caca duduk di kantin bersama Varena dan Syeina. Mereka sedang menunggu pesanannya. Kecuali Caca, karena gadis itu membawa bekal seperti biasa.

"Nuhun, Mang," ucap Syeina tulus setelah pelayan kantin menyerahkan pesanannya.

"Sami-sami, Neng, mangga."

Setalah kedua temannya mendapat pesanannya. Caca langsung membuka bekalnya. Syeina mengamati isi kotak bekal Caca, "Car, lo gak bosen apa bekal itu itu mulu? Perasaan gue lihat udah tiga mingguan ini lo bawa bekalnya, kalau gak nasgor, ya nasi kecap telur ceplok. Misal lo gak ada yang masak kaya dulu lagi, mending jajan di kantin deh. Lebih bervariasi," ucap gadis itu panjang lebar.

Varena juga ikutan mengamati makanan Caca, "Iya juga, terus lo sekarang juga gak pernah bawa susu kotak lagi sama jajanan. Sayur lo juga cuma kobis sama tomat mentah itupun buat lalapan, padahal dulu pasti ada tumis ini itu, kalau gak sop ayam."

Caca asik saja menyantap makanannya, "Gue lagi suka sama menu ini," balasnya singkat.

Syeina langsung mencebik oleh jawaban singkat Caca. Tetapi mereka sudah tak bertanya ini itu lagi. Varena sendiri juga sudah fokus dengan mie ayamnya.

"Salsanjing kenapa caper banget deh sama Reyhan. Padahal yang dicaperin udah mode pengen bacok orang tuh," ucap Syeina tiba-tiba membuat Caca dan Varena langsung menatap arah pandang gadis itu.

"Biarin, ngapain ngurusin orang?" balas Caca pelan.

Varena manggut-manggut, "Selama dia gak ngerugiin lo, gak usah ikut campur deh.

"Ck. Jelas-jelas Salsanjing ngerugiin gue! Harusnya 'kan bayar yearbook masih besok. Malah udah ditagih minggu lalu! Gue jadi belum bisa beli tiket konser! Mana yang premium udah hampir habis lagi. Masa gue mau yang reguler, ogah lah!" gerutu Syeina dengan emosi.

Varena menoyor Syeina pelan, "Lebay lo! Gue juga belum dapet tiketnya kalau lo lupa!"

Caca tersenyum miris, ketika teman-temannya kesal karena belum bisa membeli tiket konser gara-gara Salsa menagih duluan. Dirinya malah harus mengepres lagi uang jajan dan uang belanjanya untuk membayar itu.

Tidak, Caca tidak merasa iri ataupun kurang bersukur. Caca hanya merasa sedikit kurang beruntung saja jika berkaitan dengan uang.

Caca menutup kotak bekalnya yang sudah habis, "Gue duluan ke kelas." Varena dan Syeina mengangguk saja, karena sudah biasa seperti itu.

Sampai di kelas, Caca langsung mendudukkan dirinya di mejanya. Sangat lega karena kelas kosong tidak ada orang. Sejak menikah dengan Regan, Caca jadi tertular seperti suaminya itu, tidak suka keramaian.

MyR♡ is calling...

Caca langsung menerima telfon, "Kenapa, Yang?"

"Aku bawa Elee sama Ave kerja." Terdengar suara grusak-grusuk dari sebrang sana, suaminya itu seperti sedang terburu-buru.

Seketika Caca duduk tegak, "Hah?! Kerja dimana? Emang gakpapa bawa mereka? Aku pulang sekarang aja deh, kasihan mereka kalau rewel, nanti kamu juga yang repot."

"Gak keburu juga kalau kamu pulang, Yang. Ini aku harus berangkat sekarang, udah dijemput bang Juna."

"Tap-"

"Udah tenang aja. Aku cuma mau ngasih tau itu, nanti aku kabarin lagi."

Tut.

"Lah, Yang?" Caca langsung menatap layar ponselnya, "Ck. Malah dimatiin!"

Caca sudah mencoba menelfon lagi tetapi tidak diangkat. Teman-temannya yang mulai masuk ke kelas membuat Caca berdecak kesal, ia tidak bisa leluasa lagi bertelfon.

CARAMELLA [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang