Tragedi Skincare

25.6K 2.1K 174
                                        


Pagi ini, ibu dua anak itu disibukkan dengan pekerjaan rumah seperti pada weekend biasanya, hanya saja hari ini ia harus melakukan pekerjaan lebih pagi. Sabtu ini mereka akan pergi ke kafe Ardi, mereka ada rencana kumpul-kumpul bersama mumpung Danielo dan Cleo masih di Bandung.

Caca mulai dengan memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci, bersih-bersih, dan memasak.

Selesai dengan semua kegiatannya, Caca berlanjut untuk memandikan bayinya. Baru membuka pintu kamar, gadis itu terkejut dengan kelakuan dua anaknya.

"Astaga!" pekik Caca lalu berlari menghampiri Elysian dan Averly yang sedang memainkan skincare miliknya.

Bayi sebelas bulan itu berjenggit kaget, Regan yang tertidur di karpet tak jauh dari anaknya pun langsung terbangun mendengar teriakan Caca.

"Ini kenapa kalian mainin skincare, Mama?!" bentak Caca tak sadar.

Kondisi krim Caca sudah mengenaskan karena sudah berpindah ke baju dan tangan kedua bayi itu. Belum lagi serumnya yang habis berceceran dilantai. Padahal itu baru kemarin di beli.

"Mama marah ya! Ini bukan mainan. Kenapa di ambil?!" tanya gadis itu dengan nada tinggi, ia sedang membersihkan tangan anaknya.

"Yang," peringat Regan agar Caca tak membentak anaknya. Ave dan Elee sudah berkaca-kaca, bayi itu melihat kearah Regan.

"Apa?! Kamu juga, disuruh jagain anaknya bentar aja malah tidur lagi!" ketus gadis itu.

"Iya. Aku yang salah, maaf. Udah cukup marah-marahnya."

Regan langsung mengambil alih Elee yang sudah menangis kencang, "Cup... Cup, Sayang. Gakpapa kok, Mama gak marah sama Elee," ucapnya menenangkan.

"Ave, diem dulu bisa gak?! Mama, mau lepas baju kamu jadi susah 'kan!" bentak gadis itu lagi kepada Ave. Bayi itu juga ingin di gendong Regan.

"Bagus kamu kaya gitu? Ngomong pelan-pelan 'kan bisa. Gak usah di bentak anaknya," ucap Regan datar.

Lelaki itu mendekat ke arah Caca, "Udah kamu bersihin aja lantainya. Biar aku yang ngelepas bajunya," ucapnya lalu menggendong Ave di sisi kiri.

Dengan masih sama-sama diam, keduanya sudah menyelesaikan acara memandikan bayinya. Sekarang Elee dan Ave bermain di karpet dengan pembatas di sekeliling mereka. Sudah aman untuk di tinggal keluar kamar sebentar dengan pintu kamar tetap terbuka.

"Jangan marah-marah lagi. Nanti aku beliin lagi skincarenya," ucap Regan menyusul Caca ke tempat cucian baju.

"Bukan masalah beli lagi atau enggak," balas gadis itu sedikit ketus.

"Ya terus apa lagi? Maaf tadi ketiduran. Mereka gak tau apa-apa, jangan di bentak kaya tadi."

Caca berbalik badan, "Otak kamu dimana?! Kalau tadi mereka sampe masukin krimnya ke dalam mulut gimana?! Tidur aja di gede-gedein!" bentaknya, lagi-lagi tanpa sadar.

Regan mengetatkan rahangnya, "Bagus banget ya, Ca, ngomongnya?! Belajar darimana bentak-bentak kaya gitu?! Kemarin aku juga udah bilang jangan taruh paperbag di bawah, siapa yang tetep ngeyel?! Sekarang udah kejadian semua di bentak-bentak!" ucapnya datar dan dingin, lelaki itu sedikit meninggikan suaranya.

Seketika Caca langsung menunduk, matanya mulai berkaca-kaca karena ini pertama kali Regan membentaknya. Ia merasa bersalah, dan tak seharusnya seperti ini, rasa takutnya malah membuat dirinya lepas kendali, "Maaf," cicit gadis itu.

"Yang," rengek Caca karena Regan masih diam di depannya dengan kedua tangannya bersedekap dada.

"Maaf, aku salah udah bentak mereka, udah bentak kamu padahal sumber masalahnya dari aku yang teledor," ucapnya lagi masih dengan sesenggukan.

CARAMELLA [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang