Just Need You

25.2K 2.2K 1K
                                        


Elysian dan Averly benar-benar menempeli papanya. Dari mereka bangun yang memang agak siang sekitar pukul setengah delapan pagi, Elysian dan Averly langsung duduk anteng memegangi lengan papanya.

Bahkan, mereka berdua hanya sekali mencari mamanya. Padahal biasanya juga yang pertama di cari saat bangun tidur adalah mama.

Caca sudah berangkat sekolah, walau tadi sempet ada drama. Caca yang tidak mau berangkat karena kaki Regan masih sakit. Luka ditangan Regan juga masih belum sembuh.

Tapi, Regan memaksa istrinya itu tetap berangkat. Toh, sekarang Caca hanya akan bersekolah sampai jam sebelas siang karena memang hanya untuk pemantapan persiapan ujian.

"Mau kaya gini terus hmm?" tanya Regan kepada kedua bayinya yang masih memeluk papanya itu.

Elysian dan Averly memang terlihat masih mengantuk. Regan harus rela, luka di tangannya tertekan oleh Averly. Untung tadi pagi sudah di ganti perbannya oleh Caca.

"Maafin Papa ya. Kemarin perginya lama banget. Kalian pasti rewel banget, matanya aja sampai begini," ucap Regan mengelus puncak kepala kedua bayinya bergantian.

"Mammaa," gumam Elysian pelan.

"Mama baru sekolah, Bang. Sabar ya."

Elysian menatap papanya sebentar lalu kembali bersandar, "Mammaa issss."

"Iya, nanti Mama cepet pulang kok."

"Mpaaa nennmammaah," rengek Averly.

Regan langsung duduk tegap, ia sedikit menggeser kedua bayinya itu, "Papa ambilin dot dulu ya."

"Aaapaaaaa!"

"Papa gak bisa gendong dulu, Dek. Kamu tunggu di sini aja sama Abang." Dengan tertatih, Regan berjalan ke dapur untuk mengambil asi yang disimpan di dalam kulkas.

Averly yang terus merengek membuat Regan harus sedikit memaksakan diri, "Iya, ini Papa udah jalan lagi ke kamar," ucap lelaki itu.

Regan harus menghangatkan asi tersebut. Untungnya, Caca sudah meletakkan penghangat asi itu di meja dekat ranjang.

Caca memang sudah menyiapkan semuanya di meja dekat ranjang. Biskuit, cemilan, termos air, baju ganti dan popok bayinya, dan segala keperluan lain. Hal itu agar Regan tidak perlu mengambil jauh-jauh.

"Haus banget ya?" ucap Regan terkekeh. Elysian sudah menghabiskan satu botol susunya dengan cepat.

"Yeeeeaaaaa," pekik Elysian bertepuk tangan.

Regan lalu menurunkan kedua bayinya ke karpet agar bisa leluasa bermain. Lelaki itu memanfaatkan waktu untuk membuka laptopnya.

Melihat papanya sibuk sendiri, Averly langsung mendekat, "Aayyyyyayaya!" pekik Averly memarahi Regan. Bayi itu memencet asal keyboard laptop papanya.

"Iya, iya, nih ditutup." Regan menutup laptopnya, lalu bergeser sedikit untuk meletakkan benda itu di ranjang.

Averly langsung duduk di pangkuan Regan sembari bermain lagi. Regan hanya bisa geleng-geleng sendiri dengan kelakuan bayinya yang suka posesif.

"Ppapaaa?"

"Apa, Bang?"

Elysian melambai ke arah kamar mandi, "Anyahhh."

"Nanti ya, Bang, mandinya nunggu Mama pulang dulu."

Elysian mengerucutkan bibirnya, tangannya menarik-narik bajunya sendiri. Sepertinya bayi itu mulai merasa gerah.

"Sini, bajunya dilepas aja kalau gitu." Elysian langsung mendekat ke arah papanya. Sekarang bayi itu hanya mengenakan popok saja.

"Mandinya masih nanti, Bang," ucap Regan lagi karena Elysian merangkak ke kamar mandi.

CARAMELLA [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang