Drama Hari Ini

32.9K 1.9K 107
                                        


Setiap hari kamis, Regan memang tidak ada jadwal kuliah. Tapi bukan berarti lelaki itu akan bersantai di rumah. Ia akan berangkat ke kantornya setelah Caca pulang sekolah.

Caca yang masih mengenakan seragam sekolahnya dibuat kewalahan karena Ave yang merengek ingin ikut dengan Regan.

Biasanya ketika Caca pulang, Ave dan Elee sudah mengantuk dan tinggal menyusu bisa langsung tidur. Tapi ini tidak biasa karena mereka malah segar bugar setelah menyusu.

"Mmmpapapappa." Ave berontak dari gendongan Caca ingin ikut dengan Regan.

"Papanya mau kerja, Sayang. Ave di rumah sama Mama sama Abang."

"Huwaaanapapapna."

Regan yang sudah berada diatas motornya langsung turun kembali, "Sini gendong Papa bentar."

"Ish! Kamu mah berangkat aja sana. Tambah gak mau lepas nanti, Yang. Katanya mau ketemu orang."

"Gak tega akunya."

Caca berdecak kesal lalu masuk ke dalam mengambil boneka kesukaan Ave. Siapa tau bayi itu mau diberi pengalihan.

"Ave, Papa kerja ya. Ave di rumah, main sama Abang. Tuh liat Abang lagi main sendiri," bujuk Regan sembari menunjuk Elee yang memang sedang bermain mobil-mobilan di bawah kakinya.

Bukannya luluh, Ave semakin mengencangkan tangannya ke leher Regan. Tidak mau lepas dari gendongan Regan.

"Bumbumbunbmmbumm."

Regan menunduk karena celananya ditarik oleh Elee, "Iya itu brum-brumnya jalan."

"Ave lihat Mama bawa apa nih." Caca menyodorkan boneka kelinci kesayangan Ave. Ini kalo gak ada si rabbit Ave bisa tidak tidur nyenyak.

"Bybybyby." Ave berusaha menggapai boneka itu tapi Caca menjauhkannya, "Sini ikut Mama, main sama Byby."

Sayangnya Ave tidak mau. Bayi gembul itu tetap memeluk erat leher papanya, "Bybyyyypaaaaa."

"Ya sana ikut Mama biar dapet Byby," bujuk lelaki itu dengan merapikan rambut bayi itu.

"Mmmpaaaaaaaa." Belum selesai dengan urusan Averly. Sekarang giliran Elysian yang merengek ingin ikut papanya.

"Terus sekarang gimana?! Tadi aja suruh langsung berangkat malah gendong anaknya. Pusing sendiri 'kan?!" omel Caca.

"Ya 'kan gak tega," lirih Regan jadi bingung sendiri.

Caca mengambil ponselnya yang berdering di atas meja. Lalu menunjukkan layar yang menyala itu ke arah Regan.

Alan is calling...

"Angkat aja, Yang."

"Kenapa, Lan?"

"Anjir! Laki lo dimana elah. Ini sebelum ketemu klien kita harus rapat dulu. Kenapa belum sampe?!"

"Iya-iya ini mau otw," balas Caca ngegas.

"Suruh cepetan. Kliennya agak ribet soalnya."

Tut.

Caca menarik Ave dari gendongan Regan secara paksa. Tapi itu sulit ternyata. Ave sangat kuat memeluk leher papanya. Bahkan bayi itu berontak sambil menangis kencang.

"Ayo dong Ave, Papa mau kerja," bujuk Caca lagi-lagi tapi sama sekali tak diindahkan oleh Averly.

"Huwaaaapaaaaaa." Teriakan dan tangisan kencang Elysian yang sejak tadi tak digubris oleh kedua orang tuanya sukses membuat Caca semakin pusing.

CARAMELLA [Sudah Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang