Hari ini, Caca sudah kembali masuk sekolah. Kondisi sekolah sudah cukup kondusif. Berita tentang Caca seperti sudah tenggelam. Walau begitu, masih ada satu dua orang yang menghujat Caca. Mereka masih beranggapan bahwa itu memang Caca dan permasalahan kemarin itu terselesaikan karena uang.
Setelah selesai mengerjakan ujian susulan, Caca ikut bergabung di kelasnya. Mulai hari ini, Caca duduk sendiri di bangkunya. Ciko sudah di pindah ke kelas sebelah. Ini semua berkat kepala sekolah baru yang memang lebih baik ketimbang yang sebelumnya.
"Na, gue pinjem catetan lo yang pelajaran sebelumnya." Karena ujian susulan, Caca hari ini ketinggalan tiga mata pelajaran. Jadinya saat istirahat ia harus memanfaatkan waktu untuk menyalin catatan.
Varena menyerahkan tiga bukunya, "Lo gak mau ngantin dulu?"
Caca menggeleng membuat Syeina melongo, "Lo emang gak lemes Car? Habis ujian tiga loh? Otak lo butuh asupan nutrisi," cerocos Syeina.
"Gue 'kan bawa bekal," balas Caca mengambil bekalnya. Kemudian membuka buku-bukunya untuk mulai mencatat.
"Ya maksud gue, lo istirahat dulu gitu. Biar ademan dikit tuh otaknya," timpal Syeina.
"Udah, kalian mending ke kantin. Keburu habis nanti makanan di kantin."
Varena berdiri, "Yaudah yok, Syei. Kita jajan dulu, terus balek kelas."
Caca mulai mencatat satu persatu materi di bukunya. Padahal sebenarnya dirinya sangat lapar. Tatapi, takut nanti tidak cukup waktunya.
Ponselnya yang bergetar membuat fokus Caca pecah. Ia mengambil ponselnya dan membaca pesan yang masuk.
MyR ♡
Bkelnya dmkn dl, Yang.
Cttn yg dipnjm fto aj.
Nnt ak bntu cttin.
Caca terkekeh pelan, bisa-bisanya suami tampannya yang sedang di rumah itu tau. Caca membalas lalu mulai menyantap bekal buah apel yang tadi di masukkan Elysian ke tasnya. Caca langsung makan karena tau, sehabis ini pasti Regan akan minta pap.
Makan sembari mencatat, Caca tidak sadar kalau Varena dan Syeina sudah kembali ke kelas. Kedua gadis itu mengernyit karena Caca sejak tadi senyum-senyum sendiri.
"Kan, gila beneran. Mending lo istirahat deh, Car," ucap Syeina sedikit mencibir.
"Hah? Gimana-gimana?" tanya Caca sembari tersenyum.
"Renaaaa, gue takut," pekik Syeina heboh.
Varena memutar bola mata malas, "Ck. Lebay lo, Syei!" ketusnya.
Caca malah bingung sendiri. Padahal Syeina takut karena Caca yang jarang senyum itu jadi selalu tersenyum. Padahal gadis itu habis terkena masalah. Kenapa terlihat bahagia sekali?
Varena mulai mencondongkan tubuh ke arah Caca, "Lo beneran pacarnya kak Regan?" tanyanya menyelidik.
Syeina juga ikut-ikutan mendekatkan wajahnya, "Kemarin, lo katanya yang nganter cowok-cowok ganteng ya? Salah satunya yang jemput lo waktu itu?"
Caca hanya mengedikkan bahunya, ia kembali memakan bekalnya. Hal itu membuat Varena berdecak kesal, "Jawab pertanyaan gue anjir!"
Syeina yang ingin ikut membuka suara langsung dibekap Varena, "Gak usah ikut-ikutan tanya deh! Nanti aja habis gue!" ketus Varena.
"Kepo," balas Caca singkat.
Varena meletakkan kepalanya di meja Caca, "Aaaa, nyebelin banget deh lo!"
Caca tertawa melihat kelakuan dua teman absurdnya itu. Syeina melihat Caca dengan mata memicing, "Kalau kaya gini mah, beneran pacarnya kak Regan, Na."
KAMU SEDANG MEMBACA
CARAMELLA [Sudah Terbit]
RomanceSequel Regantara. After they have Elysian and Averly. Baca dulu cerita Regantara biar paham tokohnya! Menjadi orang tua ternyata tidak semudah bayangan, banyak hal yang dilalui Caca sebagai seorang ibu muda. Tangis, bahagia, sedih, dan senang. Begit...
![CARAMELLA [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/288440223-64-k226551.jpg)