MyR♡
Dimana?
Caca langsung berdecak kesal saat pesannya tak kunjung dibalas. Padahal baru semenit pesan itu terkirim, "Ck. Kemana sih?!" gerutunya kesal.
"Lo kenapa deh, Car?" tanya Varena bingung.
Syeina menatap Caca menelisik, "Habis beli boba di depan sekolah kok lo jadi badmood gitu sih? Harusnya 'kan seneng. Jarang-jarang kita bisa ngibulin pak satpam." Memamg di sekolah mereka itu melarang siswanya keluar gerbang untuk jajan di luar sekolah saat masih jam sekolah.
"Gakpapa."
Varena berdecih, "Cewek banget sih lo. Pas ditanya jawabnya gakpapa, tapi ngamuk-ngamuk."
Caca hanya memutar bola matanya malas. Ia lalu menyedot es boba yang tadi ia beli hingga habis tak bersisa. Setelahnya ia berdiri dan pamit untuk pergi meninggalkan teman-temannya yang masih asik di bangku taman.
"Yaudah nanti kita langsung ketemu di kelas ya, Car," ucap Syeina yang langsung diangguki Caca.
Ponsel Caca berdering membuat ia bergegas menuju tempat yang sepi, "Hmm."
"Kalo ada yang telfon tuh bilang hallo, bukan malah hmm."
Caca langsung memicingkan matanya, "Kenapa bisik-bisik segala?! Kamu dimana?!" ketus Caca.
"Di rumah, Sayang, dimana lagi coba."
"Terus ngapain bisik-bisik?!"
"Kenapa ketus gitu, Sayang? Aku ada salah ya?"
Seketika Caca berdecih, ia mengganti panggilan suara menjadi videocall tetapi Regan tak menerimanya, "Aku mau vidcall! Angkat!"
Bukannya mengangkat, panggilan malah terputus membuat Caca langsung mencak-mencak, "Malah dimatiin! Ngeselin banget sih! Awas aja, pas pulang gue bejek-bejek."
Jadi ceritanya, saat Caca beli boba di depan sekolah, ia melihat Regan lewat dengan memboceng cewek entah siapa. Apakah ia salah lihat? Tentu saja tidak. Jelas sekali ia melihat motor ninja hitam legam milik suaminya, plat nomornya sama, helm sama, dan lagi helm yang dipakai si cewek dalam boncengan itu juga helm milik Caca.
Dengan perasaan dongkol. Caca langsung berjalan ke kelas dengan menghentak-hentakkan kakinya, "Jahat banget! Terus anak gue sama siapa pas dia pergi berdua sama cewek?!"
Brukk
"Awsh." Karena sibuk ngedumel, Caca malah menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya, "Sorry, sorry, gue gak sengaja."
Tidak menjawab, orang itu malah menaruh coklat di tangan Caca, "Makan, biar lo gak ngamuk kaya singa." Setelah mengucapkan itu orang itu melenggak pergi.
Caca hanya melongo, melihat orang itu pergi begitu saja, "Itu yang di bilang cowok panas di SMA Karisma? Bukan panas, tapi aneh."
Sampai di kelas, ternyata kedua temannya masih belum kembali. Caca mendudukkan dirinya di kursinya dengan kasar.
"Widih, coklat enak nih," pekik Ciko yang langsung mengambil coklat yang Caca letakkan di meja. "Buat gue, Ra?" ucap Ciko lagi dengan mengedipkan matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CARAMELLA [Sudah Terbit]
RomansaSequel Regantara. After they have Elysian and Averly. Baca dulu cerita Regantara biar paham tokohnya! Menjadi orang tua ternyata tidak semudah bayangan, banyak hal yang dilalui Caca sebagai seorang ibu muda. Tangis, bahagia, sedih, dan senang. Begit...
![CARAMELLA [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/288440223-64-k226551.jpg)