Muka Dua

24.1K 2.1K 190
                                        


Caca duduk di teras bersama dua bayinya yang asik bermain. Ibu dua anak itu memang biasa mengajak Elysian dan Averly makan pagi di teras rumah ketika libur, supaya bisa melihat lingkungan luar.

"Sayang." Caca langsung tersentak kaget, karena sejak tadi ia melamun.

Untung Elysian dan Averly masih anteng duduk di tempatnya. Dua bayi itu tidak pergi kemana-mana saat mamanya melamun.

"Kenapa ngelamun?" tanya Regan mengambil alih mangkuk bubur yang Caca pegang.

Caca menggeleng, "Udah selesai bersihin kamar mandinya?"

"Udah, Yang."

"Mammamm!"

"Sabar dong, Bang," ucap Caca dengan terkekeh.

Regan yang gemas langsung mencium pipi Elysian bertubi-tubi, "Suka banget ngegas nih kaya Mama," godanya membuat Caca mengerucutkan bibirnya.

"Terus aja terus. Yang jelek-jelek aja dikata kaya Mama!" ucap Caca sebal.

Regan langsung menoleh ke arah Averly, "Ave, lihat deh Mama ngambek. Kaya kamu kemaren tuh."

Caca melirik sekilas ke arah Regan, "Bagus ya. Oke, kayanya nanti ada yang mau tidur di luar nih," ucap Caca dengan nada sinis.

Seketika Regan langsung kicep, lalu menyengir, "Hehe, bercanda, Yang."

Tak mempedulikan Regan sama sekali, Caca langsung menggendong Averly, "Abang, yuk sama Mama aja," bujuk Caca karena Elysian di pangkuan papanya.

Elysian langsung tepuk tangan dan ikut dengan Caca, "Dah yuk ke kamar. Terus kamarnya di kunci dari dalem."

Regan langsung berdiri mengejar Caca yang hanya berjalan santai ke dalam kamar. Lelaki itu masuk duluan lalu duduk di ranjang, "Yang, jangan ngambek dong."

Tidak ada tanggapan.

"Yaaaaaang," rengek lelaki itu berusaha mencari perhatian.

"Haaaaaah!" pekik Elysian seolah memarahi papanya.

"Ada yang berisik ya, Bang? Tapi kok gak ada orangnya ya?"

Regan langsung memeluk Caca dari belakang, menyembunyikan wajahnya di punggung istrinya yang sedang tiduran miring, "Maaf, ih, jangan gitu."

Caca langsung menyemburkan tawanya. Bahkan Averly yang sedang menyusu jadi terlepas hisapannya," Aduh, aduh, maaf ya Ave."

Averly mah masa bodo, yang penting bisa kembali menyusu lagi. Sedangkan Elysian malah ikut merangkak naik ke perut Caca, bermaksud menyempil diantara orang tuanya.

"Astaga, Elee, perut Mama sakit kalau kamu naik-naik gitu," tegur Caca. "Adeknya jangan diinjek."

Regan langsung mengangkat Elysian, meletakkan bayi itu di tengah-tengah, "Kenapa sih, Bang?"

"Bwabwabaaa."

"Angammmamama."

"Abang mandi dulu aja sana, sama Papa," titah Caca menoleh belakang.

CARAMELLA [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang