Regan dibuat kesal oleh Reina. Harusnya, lelaki itu sudah bisa pulang satu jam yang lalu. Hari ini hanya ada satu mata kuliah yang masuk ke kelas, mata kuliah yang lainnya hanya di berikan tugas yang dikumpul esok hari.
Gara-gara Reina yang salah mengerjakan beberapa bagian project mereka yang sudah lima puluh persen berjalan itu. Regan harus bertahan di kantin fakultas.
Tadi, mereka habis konsultasi kepada Juna, dan banyak yang Juna salahkan dari pekerjaan mereka. Bahkan Juna tadi sampai menyebut bahwa keduanya harus kembali ke sekolah dasar karena perihal penjumlahan saja salah.
Sebenarnya, Regan bisa mengerjakan itu semua sendiri. Tetapi, Juna sudah mewanti-wanti kepada seluruh mahasiswanya agar tugas kelompok harus dikerjakan bersama agar semua paham apa yang dikerjakan.
"Regan, sorry ya, gue ngerjainnya kemarin gak fokus. Jadi salah begini deh," ucap Reina tak enak hati.
Regan masih berkutat dengan laptopnya tanpa menghiraukan ucapan gadis yang duduk di sebelahnya ini. Hal itu membuat Reina memegang lengan Regan untuk menarik atensi lelaki itu, "Regan," cicitnya.
"Ck! Jangan pegang gue!" sentak Regan.
Reina berdecak kesal, "Lebay lo! Gue juga males aslinya pegang-pegang lo! Orang minta maaf gak dijawab," ketusnya.
Regan sama sekali tak menanggapi, lelaki itu melanjutkan tugasnya karena harus langsung dikumpulkan lagi. Reina sudah tak mengganggunya, gadis itu sudah sibuk dengan ponselnya.
Sebenarnya Reina sedang diam-diam memotret Regan untuk dijadikan story instagramnya. Reina terkikik geli lalu soksokan membuka kertas-kertas yang tadi sudah dicoret-coret Juna dengan revisian.
"Gue bantu sini, lo diem mulu, tugasnya 'kan kelompok," ucap Reina sebal sembari menarik laptop Regan pelan.
"Mending lo diem!" ucap Regan dingin. Aura lelaki itu semakin tak bersahabat saja.
Regan ingin cepat-cepat menyelesaikan tugas ini agar ia juga bisa cepat pulang. Lelaki itu harus memanfaatkan waktunya agar bisa membantu Caca menjaga kedua bayinya. Beberapa hari belakangan ini, lelaki itu selalu pulang tengah malam karena pekerjaannya.
"Hai, gue ikut duduk di sini ya."
Regan yang masih fokus, tak menanggapi seorang yang datang itu. Lelaki itu bahkan tak menoleh sama sekali.
"Ngapain lo, Vir? Ganggu aja lo!" ketus Reina. Sedangkan Kavira hanya menyengir saja. Gadis itu lalu menyodorkan satu kaleng minuman dingin ke samping laptop Regan, "Diminum dulu, panas-panas gini enaknya minum yang dingin-dingin."
Regan melirik sekilas, tak berminat dengan minuman yang diberikan oleh Kavira. Reina langsung tertawa melihat ekspresi Kavira yang cemberut dengan wajah sedih.
Memilih tak ambil pusing, Kavira lalu membuka ponselnya, "Reina, lo tau berita yang anak SMA itu gak sih?" tanya gadis itu dengan suara lemah lembutnya.
Reina mengerutkan dahinya, "Berita apa?! Gue kemarin sibuk pemotretan, jadi gak ngeh sama berita hot."
"Huuu, kudet ah. Kemarin ada berita anak SMA yang lagi ehem ehem, videonya beredar tapi cuma dua belas detik aja. Dan wajahnya gak kelihatan. Tapi, ini ada yang menyandingkan sama foto orangnya yang dicurigai itu, cuma enggak tau bener atau enggak," terang Kavira. Gadis itu lalu menyodorkan ponselnya.
Reina membelalakkan matanya, "What the hell?!" pekik gadis itu tak menyangka. Ia lalu melirik Regan sebentar yang tampak tak peduli, lelaki itu memakai earphone karena tak ikin mendengarkan ocehan kedua gadis di dekatnya itu.
"Kenapa, Reina? Lo kenal?" tanya Kavira penasaran.
Reina hanya mengedikkan bahunya. Gadis itu menyeringai, "Cewek gak bener ternyata. Tunggu aja nanti," gumamnya pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
CARAMELLA [Sudah Terbit]
RomanceSequel Regantara. After they have Elysian and Averly. Baca dulu cerita Regantara biar paham tokohnya! Menjadi orang tua ternyata tidak semudah bayangan, banyak hal yang dilalui Caca sebagai seorang ibu muda. Tangis, bahagia, sedih, dan senang. Begit...
![CARAMELLA [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/288440223-64-k226551.jpg)