Insecurity

23.1K 2.2K 663
                                        


Ini masih pagi, tetapi Caca sudah disuguhi dengan pemandangan dari keluarga bahagia. Sekarang ini weekend dan Sastra bersama keluarganya sedang bersenda gurau di halaman rumah mereka.

Kebetulan Caca juga sedang menyuapi kedua bayinya di teras rumahnya. Caca menunduk memperhatika  kedua bayinya, "Gimana rasanya punya orang tua?" tanyanya tiba-tiba.

"Kalian seneng gak punya Mama sama Papa?"

Elysian dan Averly hanya memperhatikan mamanya yang sedang berbicara. Kedua bayi itu sama sekali tak mengerti apa yang diucapkan mamanya itu.

"Uuuu?" Elysian malah menyodorkan boneka milik Averly kepada mamanya.

Caca tersenyum, "Biar Mama gak sedih lagi, makanya di kasih boneka?"

Elysian malah tertawa cekikikan, begitupun dengan Averly yang ikutan tertawa, "Mama gak jadi sedih deh ngelihat mereka. Soalnya Mama juga punya bayi-bayi lucu yang bikin Mama bahagia." Caca langsung mencium pipi kedua bayinya gemas.

"Ehh?!" Caca tersentak kaget karena tiba-tiba Regan mencium pipinya.

Elysian malah tambah cekikikan karena melihat wajah mamanya yang kaget. "Mama lucu banget ya, Bang?" tanya Regan untuk menggoda Caca.

Caca langsung menutup wajahnya yang sudah memerah seperti tomat. Hal itu membuat Averly langsung menarik tangan Caca, "Aaaaa Maaaa!" rengeknya minta disuapi kembali.

"Bentar, Dek. Mama lagi malu tuh," goda Regan lagi.

Regan memang sejak tadi ada di belakang Caca. Lelaki itu mendengar semua yang diucapkan istrinya itu. Dan saat ini, Regan tidak tahu harus bersikap bagaimana. Yang jelas, lelaki itu ingin mengurangi kesedihan dalam diri Caca.

Tawa riang dari seberang sana mengalihkan atensi Caca. Yang awalnya Caca sudah tidak terlalu memikirkan, sekarang jadi kepikiran lagi, "Enak ya punya orang tua?" tanya Caca kemudian.

Regan menoleh tapi tidak menjawab apa-apa. Caca menghela napasnya, "Kamu mah enak pernah ngerasain punya orang tau," ucapnya tanpa berpikir.

"Tapi udah meninggal. Sama aja jadinya," balas Regan seadanya.

Caca jadi merutuki dirinya, ia lalu menunduk tidak enak, "Sorry, aku engg—."

Regan langsung memeluk Caca dari samping, "Gakpapa, Sayang. Biarpun kita gak ngerasain jadi anak yang punya keluarga yang lengkap. Setidaknya kita bisa jadi orang tua yang lengkap buat Abang sama Adek. Kalau kita gak bisa mendapatkan kebahagiaan seperti mereka sebagai anak, jadi ya kita buat sendiri kebahagiaan buat anak-anak kita."

Caca membalas pelukan suaminya itu erat. Regan malah terkekeh kecil, "Lucu banget sih, Mamanya siapa ini?"

"Aaaaaaaang! Uuuuut!"

Baru juga bermesraan sebentar, kedua bayinya sudah membuat ulah. Elysian tiba-tiba saja berjalan sedikit berlari ke arah gerbang. Padahal jalannya masih sedikit sempoyongan walau tidak jatuh.

Regan cepat-cepat mengangkat Averly yang merangkak mengikuti Elysian. Caca juga ikutan berlari mengejar dua bayi itu, "Abang, jangan ke situ dong. Kasihan Adek, Bang. Adeknya 'kan belum bisa jalan."

CARAMELLA [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang