Happier Ever After

28.4K 1.8K 589
                                        


Regan menepati janjinya. Setelah Caca pulih, lelaki itu mengajak keluarga kecilnya untuk jalan-jalan. Sebenarnya, Regan tidak memiliki planning tempat tujuan untuk hari ini. Lelaki itu hanya menuruti semua keinginan Caca.

Mengenai kejadian waktu itu, semua sudah selesai dengan damai. Tau tentang uang bisa membeli segalanya? Dan itu juga terjadi saat permasalahan Regan kemarin. Papa Reyhan tidak di tangkap, karena koneksinya. Dan untuk pihak rumah sakit juga meminta jalur damai. Mereka meminta maaf dan juga membebaskan biaya rumah sakit Caca, selain itu mereka juga memberi klarifikasi untuk membersihkan nama Regan.

Awalnya mereka tidak terima dan ingin tetap mengajukan tuntutan, tapi setelah banyak pertimbangan dan sadar diri bahwa kekuatan mereka tidak ada apa apanya dibanding orang orang ber-uang itu. Regan akhirnya memutuskan untuk merelakan semuanya. Dan Caca ikut saja dengan keputusan suaminya itu.

Dua hari setelah Caca pupang dari rumah sakit, Reyhan datang ke rumah bersama Erio dan Erin. Tapi Caca malah memaki-makinya dan menyuruh Reyhan pergi jauh dari kehidupan Regan. Caca masih tidak terima karena dalam pikiran Caca, akar masalah penyebab dia keguguran adalah Reyhan.

Regan sempat menasihati Caca, untuk lebih tenang. Tapi yang ada Caca malah marah-marah. Kondisi Caca waktu itu memang sedang tidak stabil. Jadi yang bisa Regan lakukan saat itu adalah memeluk Caca sampai Caca merasa cukup tenang.

Caca sudah selesai mendandani Averly. Sekarang giliran Elysian yang masih berguling-guling diatas kasur hanya mengenakan popok. "Abang, pakai baju dulu!" Caca sudah berkacak pinggang dengan membawa baju Elysian yang sedang dalam mode merajuk.

Bayi dan segala dramanya adalah hal wajib disetiap harinya. Bahkan bisa jadi setiap jamnya. Kalau tidak ada huru hara, berarti bayinya sedang tidur.

"Abang mau ikut enggak?"

"Anyooooo!" Elysian tengkurap dengan mengayun ayunkan kakinya.

"Oh gak ikut? Abang mau jaga rumah aja? Oke deh, ayo Dek. Abangnya gak ikut." Caca menggandeng tangan Averly untuk berjalan pelan-pelan. Averly memang sudah bisa berjalan, baru dua hari yang lalu. Dan itu yang membuat Caca jadi kembali ceria, tidak menangis lagi.

"Nyoo Maaaaa!"

"Abang, bicara yang pelan kan bisa," tegur Regan yang baru saja masuk ke dalam kamar. Lelaki itu habis memanasi mobil Ardi. Kebetulan Ardi meminjam motornya untuk touring, jadi Ardi meninggalkan mobilnya di rumah Regan.

"Ammahh Ayaaan yuuuuuu ayaaaaan Mamma!" Averly yang lagi suka sekali berjalan langsung menarik tangan Caca untuk keluar.

"Mmaaaa!" pekik Elysian.

Regan langsung berinisiatif untuk mengajak Averly. Tapi baru saja sampai di depan pintu, Elysian sudah berteriak kembali memanggil papanya. "Abang maunya sama Mama apa sama Papa?" tanya Caca gemas.

"Uwww nennn!"

"Gak ada pilihan nen, Bang," cibir Regan.

"Nennennnnn!"

Caca mendekat untuk memakaikan baju Elysian. Bukannya anteng, Elysian malah menarik bagian depan baju Caca. Masih dengan gumaman yang sama, menginginkan untuk menyusu. "Pakai baju dulu, Abang," tegur Caca untuk kesekian kalinya.

Setelah selesai memakaikan baju, Caca berdiri untuk mengganti pakaiannya. Elysian masih terus merengek, padahal sudah diberi dot susunya. Caca tau kalau itu bukan yang diinginkan, tapi masalahnya Caca juga paham sekali tabiat anaknya yang satu itu. Elysian itu cuma main-main dalam artian bayi itu sebenernya tidak haus. Hanya ingin cuddle and suck. Memang buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Tapi kenapa Elysian bisa hampir seratus persen seperti Regan? Kan bisa dibagi rata seharusnya.

CARAMELLA [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang