"Aku sudah memikirkannya, dari sembilan manekin, masing-masing dua di sisi kiri dan kanan pintu masuk. Dibuat menghadap ke kaca jendela, agar pengunjung yang lewat bisa melihat. Kemudian sisanya dipakai untuk dipamerkan di etalase belakang. Kita beruntung mendapat tenant yang ini."
Aku sibuk memandang ke sekeliling ruangan ketika Emma mengungkapkan usulannya untuk mengisi tenant ini. Dia benar-benar adalah great source of inspiration, bisa kulihat betapa dia sangat mencintai dunia fashion. Aku tidak salah memintanya sebagai asistenku. Gaya berbusananya cukup unik dan konsisten, dan itu adalah ciri khas orang-orang yang bergelut di bidang fashion.
Kuperhatikan lagi seisi ruangan yang lapang ini. Satu hal yang kusukai dari tempat ini, keramiknya bersih, putih dan berkilau. Orang yang menempati tenant ini sebelumnya pasti rajin mengelapnya. Bahkan sampai ke sela-sela keramiknya pun tidak tampak noda kecokelatan, sebagaimana lantai-lantai yang sudah lama diinjak. Aku harus ingat untuk meletakkan keset di depan pintu agar sepatu para pengunjung tidak menyisakan apa pun di lantai.
Emma benar soal betapa beruntungnya kami mendapat tenant ini, memiliki etalase yang mengarah ke luar gedung. Dari lantai dua gedung ini aku bisa melihat kendaraan berlalu lalang, beberapa pejalan kaki yang singgah dan pergi, bahkan kesibukan di kafe seberang jalan pun tak luput dari pandanganku. Jika aku bisa melihat ke sana, mereka pasti juga bisa melihat ke sini, kurasa.
Aku baru berandai-andai tentang mendapatkan tempat ini satu jam yang lalu, dan sekarang aku menginjak lantainya. Mimpi singkat yang menjadi kenyataan.
"Ana, bagaimana?" Emma menyenggol lenganku setelah aku diam terlalu lama. Dia menyusulku ke sini dan kami bersama-sama kembali ke tengah ruangan setelahnya.
"Aku setuju dengan rencana posisi manekin, tapi aku perlu empat lagi untuk diletakkan di tengah-tengah bersama rak gantung. Aku sudah membayangkannya, yang berarti aku harus memesan lagi."
Aku tidak hanya mengatakannya, tetapi juga menunjuk beberapa titik yang kumaksud untuk meletakkan manekin. Tanganku tak berhenti menggambar udara untuk memudahkan Emma membayangkannya.
"Itu juga bagus. Tapi kau serius mau memesan rak juga? Ada banyak di sini." Emma berlari menghampiri pintu di balik meja konter dan mesin kasir, kemudian membukanya hanya untuk menunjukkan rak-rak yang dia maksud.
"Itu terlalu kuno, Em. Aku perlu yang sedikit lebih berseni. Mungkin yang melengkung, atau yang bertingkat? Bisa juga kalau pakai meja bersusun."
Aku sudah tersenyum membayangkan rak-rak unik berada di ruangan ini. Tentunya bukan seperti yang ada di gudang, berbahan stainless dan sangat lurus, dengan rongga-rongga kecil untuk menyelipkan pengait hanger. Aku tentu akan memakainya beberapa.
"Kau akan membutuhkan banyak modal kalau membeli itu semua, Ana." Emma mengkhawatirkanku. Penampilan sungguh berbanding terbalik dengan sikapnya. Aku masih takjub akan hal itu.
"Untuk jangka panjang, Em. Begitu kontrak di sini berakhir, aku akan membawa pulang barang-barangku dan dipakai lagi di tempat lain."
Aku masih membayangkannya, tetapi sudah telanjur merasa excited.
"Bagaimana kalau rusak?"
Pertanyaan Emma seketika melunturkan senyumanku.
"Mudah saja, aku akan minta ganti pada siapa pun yang merusaknya. Lagi pula, barang yang dipakai setahun akan tetap terlihat baru kalau rajin dibersihkan."
"Ya ... melihat bagaimana bersih dan rapinya rumahmu, aku bisa menyebutmu clean freak mulai sekarang."
Aku tidak merespons lagi. Sepatuku menggema di atas keramik ketika mengelilingi tenant sembari membayangkan bagaimana aku akan menata furnitur dan dekorasi di tiap sudutnya. Dinding tenant ini berwarna biru terang dan terkelupas di beberapa bagian. Aku akan mengecatnya ulang dengan warna beige. Mungkin diberi sedikit warna cerah di beberapa sisi untuk meningkatkan mood.
KAMU SEDANG MEMBACA
Catching Feelings [✔]
Romance#MarriageSeries Pernikahan menjadi dambaan setiap orang, Ana tahu itu. Namun, sebagai seorang wanita karier yang memiliki target pencapaian dalam hidupnya, Ana tidak bisa memenuhi keinginan orangtuanya untuk segera menikah. Sayangnya, takdir sedang...
![Catching Feelings [✔]](https://img.wattpad.com/cover/279418696-64-k168350.jpg)