Satu paket jadwal yang padat terlewati hari ini. Sebenarnya tidak banyak pelanggan yang datang, tetapi jeda waktu tanpa pelanggan yang datang kami pakai untuk mendiskusikan tentang rencana kerja sama bersama Soppaholik. Kami menerimanya, dan tadi siang aku menemui Margaretha bersama stafnya untuk menandatangani kontrak kerja sama, tentunya setelah aku bersama tim berdiskusi panjang dan menentukan apa yang akan kami buat untuk produk edisi terbatas. Tidak lupa juga aku melibatkan pegawai di butikku yang lama. Mereka semua sudah kuhubungi, dan dari tujuh karyawan, hanya dua yang bisa pindah ke New York. Limanya lagi akan menganggur jika butiknya ditutup. Jujur saja, aku pun tidak siap jika butik itu tutup, pelanggan masih berdatangan dan itu adalah hasil jerih payahku.
Namun, aku sudah memutuskan harus melakukan apa setelah mempertimbangkan hasil diskusiku dengan Killian beberapa hari lalu.
"Hei, Ana, aku punya usul agar kau tidak menutup butik."
Saat itu dia datang padaku yang sedang sibuk memotong kain di studio. Pola-pola berhamburan di lantai. Sementara itu, dia tidak tampak sedikit pun terganggu, bahkan berjalan dengan hati-hati, memastikan tidak menginjak kainku, lalu berakhir duduk di sebelahku, ikut bersila juga. Aku sungguh mencintai betapa dia sangat mengapresiasi karierku.
"Aku akan mendengarkan." Gunting di tangan pun kujatuhkan. Akhir-akhir ini aku sengaja tidak mengajaknya berdiskusi karena takut akan mengganggu, apalagi di kantornya juga sedang banyak pekerjaan sebelum libur akhir tahun.
"Tentang kerja sama dengan Soppaholik. Bagaimana kalau butikmu di sana dijadikan sebagai markas produksi? Mereka yang akan mengurus proses penjahitan baju. Meskipun tawaran kerja samanya ada di sini, tapi bukan berarti kau tidak boleh mengirim barang dari California, 'kan?"
Aku belum memikirkan soal itu, jujur saja. Aku terlalu sibuk mengurus desain.
"Itu akan menambah biaya ongkos untuk pembeli di NY sendiri."
"Bagaimana kalau dikirim ke sini dulu sebagian? Akun penjual di Soppaholik punya info lokasi di bagian profil--aku tahu karena mereka bekerja sama dengan kami, aku sempat melihat fail programnya. Pembeli akan tahu kalau produkmu dikirim dari mana. Kalau memang mereka menyukai rancanganmu, mereka tidak akan keberatan membayar ongkos mahal. Lalu dengan melibatkan orang-orang di butik, akan memperkecil kemungkinan mereka menjadi pengangguran, dan kau tidak perlu menutup butik di sana. Hanya sementara, tempat itu akan menjadi rumah produksi untuk baju-baju edisi terbatas."
"Seperti biasa, Killian, otak jeniusmu selalu bekerja di saat-saat seperti ini. Kalau begitu aku harus pulang segera untuk membicarakannya dengan mereka. Awal tahun tokonya buka. Berdiskusi melalui panggilan video saja tidak cukup."
Kabar baiknya, setelah berencana untuk pulang, orang tua Killian mengabari kalau tidak jadi datang untuk akhir tahun. Sebaliknya mereka meminta kami pulang. Tentu saja aku langsung setuju, tetapi Killian belum mengiakan kalau bisa pulang. Dia mungkin sudah punya rencana untuk merayakan akhir tahun dan tahun baru dengan Gabby. Seandainya memang benar begitu, berarti ini akan menjadi kali pertama kami tidak merayakannya bersama.
Untuk dua orang yang akan pindah, aku menyewakan sebuah flat rekomendasi dari salah satu pegawaiku di sini. Mereka sama-sama belum menikah dan sudah lumayan dekat, jadi tidak ada masalah jika tinggal bersama. Keduanya akan datang bersama awal tahun. Setidaknya itu bisa menghemat biaya pengeluaran.
"Ana."
Panggilan Hanah membuatku mengalihkan perhatian dari stok baju di gudang sebentar. Aku tidak tahu hal baik apa yang terjadi sampai dia begitu semringah memegangi ponselnya.
"Si pemilik gedung sudah setuju. Flat di sebelahku akan selesai direnovasi dan bisa ditempati minggu depan. Kalau boleh, bisa kuminta nomor ponsel mereka? Um, begini, aku tahu kau akan sangat sibuk dengan kerja sama bersama Soppaholik, jadi aku bermaksud ingin membantu mengurus kepindahan mereka. Itu pun kalau mereka tidak keberatan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Catching Feelings [✔]
Romance#MarriageSeries Pernikahan menjadi dambaan setiap orang, Ana tahu itu. Namun, sebagai seorang wanita karier yang memiliki target pencapaian dalam hidupnya, Ana tidak bisa memenuhi keinginan orangtuanya untuk segera menikah. Sayangnya, takdir sedang...
![Catching Feelings [✔]](https://img.wattpad.com/cover/279418696-64-k168350.jpg)