Satu hal yang menyambutku begitu terbangun dari tidur pagi ini adalah dada Killian. Lebih spesifik lagi, dadanya yang telanjang. Memandang itu saja sudah cukup untuk mereka ulang apa yang kami lakukan semalam di kepalaku. Tangan yang melingkariku saat ini adalah tangan yang sudah menyentuh seluruh bagian tubuhku, yang beberapa di antaranya bisa kurasakan dengan jelas sampai membuatku menggigil.
Semalam kami bercinta meski tidak ada cinta di antara kami. Ironis. Kendati begitu, aku berhasil mengenali seperti apa yang disebut orang-orang dengan kenikmatan di puncak tertinggi.
Killian melakukannya dengan pelan, tidak terburu-buru, seperti ketika lidah berusaha mengecap rasa dari segelas wine. Penuh kehati-hatian. Kupikir dia menemukan semua titik sensitif di tubuhku, karena aku terus menggigil ketika dia menyentuhnya. Killian mungkin sudah cukup berpengalaman dengan pacar-pacarnya dulu sampai mampu membuatku tidak bisa melupakan sentuhannya. Kuharap waktu berhenti tadi malam, agar aku bisa lebih lama menikmati momen di mana aku merasa begitu dicintai.
Lupakan, Ana. Aku mungkin masih berani memandang Killian sekarang, tetapi bagaimana ketika matanya terbuka? Apa aku masih mampu bertemu tatap dengannya?
Aku menyingkirkan tangan Killian dari pinggangku. Tidurnya masih sangat nyenyak dan sama sekali tidak terusik ketika aku mulai menciptakan jarak di antara kami. Cahaya matahari yang menyelinap masuk di antara sela-sela tirai jendela adalah pertanda bahwa sudah saatnya aku bangun. Selain itu, aku tidak ingin saat Killian bangun, tubuhku masih belum berbalut apa pun selain selimut ini. Tidak peduli kalau kami sudah melihat tubuh satu sama lain. Dan, ya, tentu saja tubuhnya masih dengan jelas kuingat.
Pinggulku rasanya nyeri sekali, padahal aku hanya berusaha untuk duduk. Apa tidak cukup dengan hanya bagian itu saja yang sakit saat Killian pertama kali memasukkannya? Aku jarang berolahraga, dan ketika pahaku harus dibuka lebar cukup lama dan lututku terlipat sedemikian rupa demi memberi akses untuk Killian, itu menyisakan rasa nyeri yang menyebalkan. Persetan dengan orang-orang yang mengatakan kalau bercinta rasanya enak. Kenapa mereka tidak pernah berkata kalau setelahnya akan sangat sakit?
"Ana?"
Aku buru-buru menaikkan selimut sampai dadaku ketika Killian memanggil. Aku tahu dia sudah melihat semuanya, tetapi aku masih merasa tidak nyaman kalau dia melihatku tanpa busana lagi.
"Kau baik?" Dia menyentuh pundakku. Tidak ada yang aneh dari itu. Sentuhannya seperti biasa dia melakukannya untuk memastikan kondisiku. Namun, kali ini aku justru berjengit kaget. Tubuhku masih sensitif, sepertinya. Aku bahkan jadi teringat bagaimana semalam dia meremas bahuku ketika mengentakkan pinggulnya demi masuk lebih dalam lagi.
Aku menoleh sedikit, tidak sampai benar-benar menatapnya karena belum siap. "Jadi ... kau sudah tahu kalau yang kita lakukan semalam akan menyisakan rasa sakit?"
"Ya?" Dia menyentuhku lagi dan aku spontan bergidik. Sekarang reaksiku lebih jelas menunjukkan kalau sentuhannya membuatku tidak nyaman, jadi Killian tidak lagi menyentuhku dan beranjak dari kasur untuk meraih celananya yang berada di lantai. Aku langsung berpaling ketika tanpa sengaja menatap pantatnya. Dari keseluruhan bagian belakang tubuhnya, tatapanku justru langsung tertuju pada pantatnya. Dan aku masih tidak percaya kalau tadi malam tangan ini sempat meremasnya.
"Apa kau bisa berjalan ke kamar mandi?" Killian menatapku khawatir. "Akan kubantu."
Kalau kondisiku memang sedang sakit sampai lemas tidak sanggup melakukan apa-apa sendirian, aku tentu akan langsung menerima bantuannya tanpa pikir panjang.
"Apa sesakit itu sampai tidak bisa berjalan?"
Dahi Killian berkerut. Kekhawatiran yang tadi memenuhi wajahnya kini berubah menjadi raut kebingungan karena pertanyaanku. "Aku tidak tahu, bukankah kau yang merasakannya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Catching Feelings [✔]
Romansa#MarriageSeries Pernikahan menjadi dambaan setiap orang, Ana tahu itu. Namun, sebagai seorang wanita karier yang memiliki target pencapaian dalam hidupnya, Ana tidak bisa memenuhi keinginan orangtuanya untuk segera menikah. Sayangnya, takdir sedang...
![Catching Feelings [✔]](https://img.wattpad.com/cover/279418696-64-k168350.jpg)