19. Bring them together

1.9K 277 76
                                        

"Kau bicara apa?!" Gertak Taehyung dengan rahang yang mengetat kuat sarat kemarahan.

Sembari mencengkeram erat pergelangan tangan Jisoo, laki-laki itu membawa sang wanita keluar dari ruangan dokter menuju lorong toilet yang sedikit sepi.

"Jangan gila Kim Jisoo! Tenangkan pikiranmu sekarang."

"Kau yang membuatku gila! Kenapa kau datang lagi?"

"Menemanimu periksa kandungan, itu anak ku juga. Sekarang tenanglah, jangan pikirkan apapun. Kau tidak boleh stres dan turuti apa yang dokter anjurkan."

Jisoo tertawa rendah, ia kemudian memegangi kepalanya yang terasa goyang karena penglihatannya yang mulai berputar. Untung saja Taehyung masih memegangi tubuhnya, laki-laki itu tau bahwa Jisoo sudah mulai hilang keseimbangan. Namun dengan kasar Jisoo menyentakan tangannya hingga terbebas dari cengkeraman tangan Taehyung.

"Jika kau tidak pergi, maka aku yang akan pergi."

Berjalan beberapa langkah sebelum tubuhnya terjatuh dan penglihatannya menjadi gelap. Cih, Jisoo benar-benar benci dirinya yang menjadi lemah sekarang.

"Keras kepala." Geram Taehyung seraya mengangkat tubuh Jisoo dan membawanya ke ruang perawatan.

Sembari menunggu Jisoo siuman, ia menopangkan kepalanya dengan satu tangan dan tangan lainnya ia biarkan terulur mengusap lembut perut Jisoo.

"Kau harus kuat sayang, ibumu memang sedikit keras kepala mengatakan ingin menggugurkanmu. Tapi ayah tau dia sangat menyayangimu, dia tidak bermaksud menyakitimu. Ibumu hanya belum siap, karena ini semua kesalahan ayah. Dan ayah melakukan ini semua demi ibumu. Jadi tolong mengertilah."

Selang beberapa detik, ia merubah posisi duduknya dengan berbaring di ranjang pesakitan Jisoo. Merebahkan tubuhnya tepat di samping kanan wanita itu, seraya memberikan sebuah pelukan hangat.

"Maafkan aku Jisoo, maafkan aku." Kata Taehyung, matanya terpejam sejenak bersamaan dengan kepalanya yang ia tenggelamkan di dalam ceruk leher Jisoo.

"Aku mencintaimu. Sangat dan selalu."

Menghirup dalam wangi aroma shampo dari rambut sang wanita yang menguar pada indra penciumannya. Hingga tanpa sadar membuat Taehyung perlahan turut tertidur pulas dengan tangan yang melingkar posesif di atas perut Jisoo.

Mereka berdua jatuh tertidur dalam ranjang yang sama, sampai beberapa jam berlalu Jisoo mulai terkesiap kala perutnya membuncah dengan hebat.

"T-taehyung." Lirih Jisoo saat melihat tangan Taehyung di atas perutnya yang melingkar erat.

"Ada apa?"

"Aku mual." Baru saja Taehyung mengambil posisi duduk dari tidurnya, tapi Jisoo sudah lebih dulu mengeluarkan isi perutnya di atas selimut.

Membuat baju yang digunakan dengan Jisoo kotor, begitupun dengan pakaian Taehyung yang sedikit terkena cipratannya. Dengan segera Taehyung memencet tombol darurat, membuat salah seorang perawat datang menghampiri.

"Aku butuh pakaian salin untuk pasien, seprei dan selimut yang baru." Sang perawat mengangguk patuh, baru saja ia ingin melangkah pergi namun Taehyung kembali memerintah. "Aku juga butuh sebuah baskom atau tidak kantong plastik hitam."

Perawat itu mengangguk kecil, ia kemudian berlari cepat untuk mengambil apa yang Taehyung perintahkan. Setelah beberapa detik berlalu dengan segera ia bergegas masuk kembali ke ruangan Jisoo bersama teman perawat lainnya.

"Tidak perlu, biar aku yang mengurus istriku sendiri." Ungkap Taehyung saat kedua perawat itu mulai mendekati ranjang Jisoo.

"Aku akan membantu tuan mengganti sepreinya."

YOUR PROMISECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang