25. Thank you for goodbye

1.6K 241 90
                                        

Sejak hari dimana Taehyung mengantarnya pulang, Jisoo tidak pernah bertemu dengan batang hidung pria tersebut. Sungguh aneh, pria itu seperti telah kembali tertelan bumi. Tidak meninggalkan lagi jejaknya di hadapan Jisoo.

Tapi bukankah seharusnya Jisoo senang? Pada akhirnya pria masa lalunya itu berhenti mengganggu? Kendati mendapatkan ketenangan, justru yang Jisoo rasakan hanyalah perasaan gelisah karena pikirannya yang selalu tertuju dengan Taehyung.

Terdiam sejenak, Jisoo menarik nafas dalam untuk menetralkan pikirannya. Tak lama bunyi dentingan dari oven membuat ia berlari cepat, untuk mengeluarkan seloyang bolu coklat favoritnya.

Hari ini Jaehyun pulang, dia akan kembali menurut pesan yang terakhir ia sampaikan.

Terlalu lama tak mendapat kabar dari Jaehyun juga tidak membuat Jisoo lupa akan kekasihnya tersebut. Hanya saja, terkadang sekelibat perasaan aneh yang meragukan tentang hubungannya sekarang bersama Jaehyun membuat Jisoo terus berpikir seribu kali lipat untuk meneruskan.

Haruskah ia berhenti bersama Jaehyun? Cih, apa yang akan terjadi dengan dirinya nanti? Di saat jika sedang lemah, Jaehyun lah yang merawatnya. Di saat terpuruk, Jaehyun lah yang mengulurkan tangan untuk membuatnya kembali bangkit.

Tersenyum miris, menghabiskan beberapa menit dengan melamun. Bunyi bel menarik atensinya, dengan langkah panjang, Jisoo menepuk kecil apron masaknya yang sedikit kotor.

Mendorong kenop pintu pelan sampai sebuah senyum yang sangat manis datang menyambut. "Buka pintunya lebih lebar, dan lihatlah siapa yang ku bawa sekarang." Ucap Jaehyun, membuat Jisoo mengernyit samar seraya mengikuti permintaannya.

"Jisoo!" Seorang wanita berhambur memeluk Jisoo dengan erat. Membuat Jisoo terhenyak sedikit terkejut, namun tangannya tetap terulur mengusap lembut punggung yang memeluknya tersebut.

"Rosé, sudah cukup. Kenapa kau memeluk ku sampai seperti ini?" Ucap Jisoo diakhiri kekehan getir sedikit tidak nyaman.

Namun, kendati menampakan rasa keterkejutannya lebih lama, Jisoo mulai mengajak Jaehyun dan Rosé untuk masuk ke dalam rumah.

"Aku tidak menyangka ternyata sahabatku di kantor, tunangan kakak ku sendiri." Kata Rosé sebelum meletakan bokongnya di atas sofa empuk ruang tengah, kedua netranya menatap lekat Jisoo yang sedang pergi menuju meja makan.

Meski Rosé sudah bisa merasakan sikap dingin dan acuh Jisoo, ia tetap mencoba untuk mencairkan suasana canggung yang tercipta diantara mereka bertiga dengan terus banyak bicara.

"Kenapa kalian bertunangan tanpa memberitahuku?"

"Rosé." Lirih Jaehyun mengingatkan, dengan sorot mata tajam Jaehyun seolah memberi isyarat kepada Rosé untuk tidak banyak berbicara kepada Jisoo.

Kembali ke ruang tengah dengan seloyang bolu coklat yang dibuatnya tadi, Jisoo memaksa seulas senyum tipis pada sepasang kakak adik tersebut. Kemudian mengambil posisi duduk tepat di sebelah Rosé.

"Apa kalian langsung datang kemari setelah pulang dari luar kota?" Jisoo bertanya, membuat Rosé dan Jaehyun saling melempar tatapan yang sulit dimengerti.

"Jisoo aku membawa ini." Tanpa menjawab, Rosé memberi sebuah kotak putih yang berukuran cukup besar kepada Jisoo.

"Terimalah kakak ku yang malang itu, acara kali ini aku akan menghadirinya." Ucap Rosé sembari tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapi.

"Rosé?" Dahi Jisoo berkerut tajam, dengan kedua alisnya yang hampir menyatu, ia bertanya tak mengerti. "Apa ini?"

"Aku dan Jaehyun baru saja kembali dari gereja, kami mendaftarkan acara pemberkatan sekaligus pernikahan untuk kalian pekan depan."

YOUR PROMISECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang